Berita / Serba-Serbi /
Tersembunyi di Tengah Kebun Sawit, Kolam Renang ini Hadirkan Suasana Serasa Liburan di Bali
Kolam renang Tirta Buana Asri di Siak. Foto: ist.
Siak, elaeis.co – Liburan ke tempat eksotis tak melulu harus ke Bali. Di jantung perkebunan sawit Kabupaten Siak, Riau, berdiri sebuah kolam renang apik yang bisa bikin pengunjung serasa sedang bersantai di resort tropis Pulau Dewata.
Namanya Tirta Buana Asri. Destinasi agrowisata unik yang terletak di Satuan Pemukiman (SP) 2 Desa Buana Bhakti ini telah menjadi magnet wisata baru bagi warga sekitar.
Dikelilingi rimbun pohon kelapa sawit dan semilir angin pedesaan, kolam renang ini hadir bak oase di tengah kebun. Suasananya tenang, asri, dan jauh dari kebisingan kota.
Bagi siapa pun yang datang ke sini, sensasi berenang sambil mendengar kicau burung dan gemericik air menjadikan pengalaman liburan tak terlupakan.
Uniknya, tempat ini ternyata dibangun oleh seorang petani sawit bernama Sunarto. Berbekal tekad dan kreativitas, ia menyulap lahan bekas sawit seluas 4 hektare menjadi tempat wisata keluarga yang kini dikenal luas.
Semuanya berawal dari tahun 2018, ketika Sunarto dan keluarga harus menghadapi masa replanting atau peremajaan kebun sawit. Tak ingin diam menunggu hasil panen, ia mencari ide lain mencari sumber penghasilan baru dan lahirlah Tirta Buana Asri.
Kini, Tirta Buana memiliki empat kolam renang, area bermain anak, kebun edukatif, serta warung makan yang menyajikan aneka kuliner lokal. Saat matahari mulai meninggi, bayangan daun sawit menari-nari di atas permukaan air kolam, menciptakan suasana yang begitu damai dan mempesona.
Bagi generasi muda, kolam renang ini tak hanya tempat untuk basah-basahan, tapi juga spot foto yang super instagramable. Pendopo bambu, taman bunga tropis, dan langit Riau yang cerah menciptakan komposisi visual sempurna. Tidak heran kalau banyak pengunjung menyebut Tirta Buana Asri sebagai "Bali-nya Riau".Tiket masuk ke lokasi ini sangat terjangkau, cocok untuk liburan keluarga tanpa bikin kantong bolong. Fasilitasnya pun lengkap, mulai dari kamar bilas, tempat istirahat, mushola, hingga kedai makanan. Pengunjung bisa datang pagi, berenang, piknik di bawah pohon sawit, lalu menyantap makan siang khas desa.







Komentar Via Facebook :