Berita / Iptek /

Rencana Bauran Unik di Tahun Depan, Ini Kata 'Pak Tani'

Rencana Bauran Unik di Tahun Depan, Ini Kata

ilustrasi bauran BBN. foto: twiiter


Jakarta, elaeis.co - Direktorat Bioenergi Kementerian ESDM sudah ancang-ancang untuk menaikkan level bauran biodiesel dari B30 menjadi B40 di tahun depan. 

Artinya, di B40 nanti, 60 persennya adalah solar fosil, sisanya bahan bakar nabati. Uniknya, bauran yang 40 persen tadi tidak melulu dari Fatty Acid Methyl Ester (FAME) seperti pada bauran sebelumnya. 

Tapi 10 persen dari yang 40 persen tadi akan berasal dari hydrotreated vegetable oil (HVO) meski kilang Cilacap sudah bisa menghasilkan 3000 barrel FAME per hari.

HVO atau Hydrotreated Waste Cooking Oil (HWCO) sendiri menurut Kousoulidou et al., 2014  dan Aatola et al., 2008 adalah bahan bakar cair berbasis bio parafin yang berasal dari berbagai jenis minyak nabati. Salah satunya adalah minyak sawit (jelantah).   

Hanya saja kata Sub-Koordinator Pelayanan dan Supervisi Direktorat Bioenergi Kementerian ESDM, Herbert Wibert Victor Hasudungan, bauran semacam ini masih dalam pengkajian. 

Kalau bauran semacam ini benar-benar dilakukan kata Praktisi pertanian dan perkebunan, Wayan Supadno, akan membikin prospek perkelapasawitan di Indonesia semakin cerah. 

Sebab itu tadi, jika HVO itu diolah dari  jelantah, maka produksi minyak goreng bisa ditingkatkan. 

Kalau produksi meningkat, harganya bisa lebih murah. Jelantahnya tidak menjadi limbah yang terbuang sia-sia. 

"Artinya jelantah sudah jadi uang dan menjadi bisnis yang  menjanjikan di dalam negeri. Tidak diekspor keluar. Anda bisa bayangkan berapa produksi jelantah di negara ini per hari. Jelantah itu kemudian diolah menjadi HVO yang berdaya guna menjadi bahan bakar. Ini akan luar biasa. Minyak sawit menjadi semakin multi manfaat," katanya kepada elaeis.co jelang siang ini.  

Pun jika B40 itu semuanya bersumber dari FAME kata pesiunan mayor TNI AD ini, serapan untuk Bahan Bakar Nabati (BBN) masih 15 juta ton dari yang tadinya 9,6 juta ton. 

"Produksi CPO kita di tahun depan anggaplah 57 juta ton. Serapan BBN dalam negeri 15 juta ton. Neracanya masih bagus, harga TBS masih oke dan B40 ini akan bisa membendung impor solar fosil minimal Rp70 triliun," lelaki yang yang karib disapa 'Pak Tani' ini merinci. 



 

Komentar Via Facebook :