Serba-Serbi 

Putusan Banding Kuatkan Vonis Terdakwa Pencuri TBS Perusahaan

Putusan Banding Kuatkan Vonis Terdakwa Pencuri TBS Perusahaan
Kasi Penkum Kejati Bengkulu, Ristianty Andriani. Foto: Ist.

Bengkulu, elaeis.co - Pengadilan Tinggi Bengkulu menguatkan putusan PN Bengkulu terhadap tiga orang terdakwa penghasutan berujung kasus pencurian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di lahan PT Agri Andalas. 

Dalam putusan yang dibacakan tanggal 31 Mei lalu, majelis hakim Pengadilan Tinggi Bengkulu menguatkan putusan PN Bengkulu dengan nomor 56/Pid.B/2022/PN Bgl tertanggal 25 April 2022 yang menghukum terdakwa Jonson Manik, Ferdinan Lumban, dan Alexander Silaban, masing-masing 1 tahun 4 bulan penjara. 

Kasi Penkum Kejati Bengkulu, Ristianty Andriani mengatakan, pihaknya saat ini tengah menunggu sikap dari para terdakwa atas putusan pengadilan tinggi tersebut.

“Banding yang kita sampaikan atas vonis terdakwa pencurian kelapa sawit diterima Pengadilan Tinggi Bengkulu. Terkait dengan pengajuan kasasi, kami menunggu upaya hukum yang akan dilakukan terdakwa. Ditunggu selama 14 hari ke depan,” katanya, Rabu (22/6). 

Dijelaskankannya, ketiga terdakwa tersebut dikenakan pasal 160 KUHP tentang penghasutan agar melakukan perbuatan tindak pidana. Jaksa penuntut sebelumnya meminta hakim menghukum ketiganya dengan pidana penjara selama 2 tahun. Namun majelis meringankannya dengan sejumlah pertimbangan.

Menurutnya, selain ketiga terdakwa, masih ada lima terdakwa lain yang juga terlibat tindak pidana tersebut. Yakni Sugeng Waluyo, Syahwan Efendi, Harlan, Zulan Hartoyo dan Hartono, semuanya warga Desa Janggalu dan sudah divonis selama 1 tahun 4 bulan penjara. 

Berdasarkan surat dakwaan, warga memanen kelapa sawit tanpa izin dan tanpa sepengetahuan perusahaan. Setelah polisi menerima laporan dan dilakukan pengecekan, kebun kelapa sawit tersebut memang milik PT Agri dan sudah memiliki izin. Lokasi lahan yang dipanen secara ilegal itu berada di Desa Jenggalu, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu.

 

Editor: Rizal