Berita / Nasional /
PPKS: Cuma dari Susunan Daun, Produktivitas Sawit Bisa Ditebak
Medan, elaeis.co – Siapa sangka, arah dan pola susunan daun kelapa sawit ternyata bisa jadi kunci menebak tinggi rendahnya hasil panen.
Produktivitas kelapa sawit ternyata bisa ditebak hanya dari cara daunnya tumbuh. Bukan sulap, tapi hasil riset ilmiah. Periset dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Djend Muhayat, menjelaskan bahwa susunan daun atau phyllotaxy berperan besar terhadap hasil tandan buah segar (TBS) yang dihasilkan pohon sawit.
Menurut Djend, pelepah daun pada kelapa sawit tersusun membentuk spiral. Spiral ini bisa mengarah ke kiri (left spiral) atau ke kanan (right spiral).
“Cara melihatnya sederhana. Berdirilah di depan pangkal batang, lalu perhatikan arah susunan pelepah. Kalau arah dari bawah ke kiri, berarti spiral kiri. Kalau ke kanan, disebut spiral kanan,” ujarnya, dikutip dari PPKS TV, Minggu (26/10).
Pola spiral ini bukan hanya untuk estetika atau keunikan tanaman. Bagi peneliti dan pekebun, susunan pelepah jadi alat ukur sederhana untuk mengetahui kondisi fisiologis tanaman. Semakin ideal jumlah dan keteraturan spiralnya, biasanya semakin tinggi potensi produktivitasnya.
Djend menjelaskan, cara menghitung spiral dimulai dari pelepah pertama yang sudah membuka sempurna dan memiliki anak daun terpisah. Dari situ, perhitungan dilakukan mengikuti pola spiral.
“Dalam satu spiral sawit biasanya terdapat delapan pelepah. Jadi setelah pelepah pertama, tambah delapan akan ketemu pelepah ke-9, lalu ke-17, ke-25, ke-33, dan seterusnya,” paparnya.
Tanaman sawit berumur 3–8 tahun umumnya memiliki 48–56 pelepah. Jumlah ini disebut sebagai indikator normal dan sehat. Bila jumlah pelepah lebih sedikit, bisa jadi tanaman mengalami stres, kekurangan nutrisi, atau gangguan fisiologis lain. Sebaliknya, jumlah pelepah yang terlalu banyak justru bisa membuat tanaman boros energi.
“Setiap pelepah punya kontribusi terhadap hasil buah, karena daun merupakan sumber utama fotosintesis. Energi dari daun itulah yang menentukan seberapa besar dan seberapa banyak tandan yang bisa terbentuk,” jelas Djend.
Menariknya, tidak semua varietas sawit memiliki jumlah pelepah spiral yang sama. Ada varietas yang memiliki 12 hingga 13 pelepah dalam satu spiral. Namun varietas Dura Deli, yang paling umum ditanam di Indonesia umumnya hanya memiliki delapan pelepah per spiral.
“Jadi jangan sampai salah menghitung. Dari setiap daun, ada energi yang dihasilkan untuk tandan berikutnya. Kalau susunan pelepahnya tidak ideal, proses fotosintesis bisa terganggu, dan hasilnya pun ikut turun,” tambahnya.
Temuan ini membuka wawasan baru bagi pekebun dan peneliti sawit. Bahwa produktivitas tanaman tidak hanya ditentukan oleh pemupukan dan varietas unggul, tapi juga oleh keseimbangan alami yang bisa dilihat dari pola daun.
“Dari cara daun tersusun, kita bisa menebak performa tanaman. Terkadang, hal-hal kecil seperti spiral daun menyimpan rahasia besar tentang produktivitas,” tutup Djend.







Komentar Via Facebook :