https://www.elaeis.co

CLOSE ADS
CLOSE ADS
Berita / Sumatera /

PKS Nihil Limbah Berkapasitas 45 Ton TBS per Jam Diresmikan

PKS Nihil Limbah Berkapasitas 45 Ton TBS per Jam Diresmikan

Peresmian PKS PT Satya Agung di Aceh Utara ditandai penekanan tombol oleh sejumlah pejabat. Foto: Biro Adpimprov Aceh


Banda Aceh, elaeis.co - Pj Gubernur Aceh Mayjen (Purn) Achmad Marzuki meresmikan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik PT Satya Agung di Gampong Uram Jalan, Kecamatan Geureudong Pase, Kabupaten Aceh Utara, kemarin. Pabrik berkapasitas 45 ton TBS per jam itu dikelola oleh Bahruny Group.

Kehadiran PKS itu diharapkan akan meningkatkan penyerapan tandan buah segar (TBS) sawit yang pada akhirnya akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat setempat, terutama petani sawit plasma maupun petani swadaya.

Achmad mengatakan, saat ini sektor pertanian dan perkebunan adalah salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi dan berkontribusi cukup besar bagi Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Aceh. "Perkebunan dan pertanian juga di antara sektor yang menyerap tenaga kerja paling banyak, sehingga tidak heran kalau ekonomi Aceh sangat bergantung kepada sektor ini," jelasnya melalui keterangan resmi Biro Adpimprov Aceh.

Khusus di sektor perkebunan, ada banyak komoditi yang dikembangkan di Aceh. Seperti kelapa sawit, karet, coklat, kelapa, kopi, dan lainnya. Dari semua komoditi itu, yang terbesar adalah kelapa sawit.

"Keberadaan perkebunan kelapa sawit ini juga dibarengi dengan kehadiran sejumlah PKS di berbagai daerah. Dengan kehadiran PKS yang dikelola PT Satya Agung ini, jumlah PKS di Aceh tentu semakin bertambah. Kita berharap ke depan Satya Agung dapat menambah produksi CPO Aceh," ucapnya.

Komisaris Utama Bahruny Group, Joefly J. Bahroeny menyampaikan, pabrik baru tersebut sebenarnya telah mulai beroperasi sejak Mei 2021 yang lalu. Sumber TBS berasal dari kebun masyarakat sekitar dan kebun PT Satya Agung sendiri dengan luas lahan ± 10.000 hektare.

PMKS PT Satya Agung dalam beroperasi telah menerapkan zero waste atau nihil limbah dengan memanfaatkan seluruh limbah yang dihasilkan dari proses pengolahan TBS menjadi CPO.

Limbah tersebut mencakup limbah padat berupa Empty Fruit Bunch (EFB) dan cangkang, serta limbah cair berupa Palm Oil Mill Effluent (POME).

"Limbah–limbah tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan tanaman kelapa sawit dan bahan bakar," terangnya.

"Kehadiran PKS Satya Agung dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar dengan menyerap tenaga kerja yang berasal dari desa sekitar, serta menerima TBS dari masyarakat sekitar Kecamatan Geurodong Pase dan Kecamatan Simpang Keuramat," imbuhnya.
 

Komentar Via Facebook :