Berita / Kalimantan /

Pemprov Kalteng Optimalkan DBH, Petani Minta Alokasi Guna Penyelesaian Penjarahan

Pemprov Kalteng Optimalkan DBH, Petani Minta Alokasi Guna Penyelesaian Penjarahan

Ilustrasi - tumpukan TBS sawit milik petani. Dok.elaeis


Palangkaraya, elaeis.co - Ketua Aspek-PIR Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Yusroh Fataqin mengatakan bahwa penjarahan yang terjadi di provinsinya, terjadi sangat luar biasa. Bahkan sejak beberapa waktu lalu masih terjadi hingga saat ini.

Untuk itu, ia meminta agar Pemerintah Kalteng setidaknya mengalokasikan dana DBH yang diketahui mencapai Rp113 miliar itu untuk penyelesaian kasus penjarahan tersebut.

"Kelompok masyarakat yang melakukan penjarahan tentu alasannya lantaran penghasilan sehari-hari. Sehingga menjadi perlu jika DBH itu alokasikan untuk pendapatan masyarakat tadi," ujarnya kepada elaeis.co, Selasa (2/4).

Menurut Yusroh, penjarahan itu terjadi lantaran permintaan pembangunan kebun sebesar 20% dari perusahaan tak kunjung terealisasikan dengan baik. Bahkan bukan hanya kebun perusahaan yang menjadi sasaran namun juga sudah merembet ke kebun petani swadaya.

"Kita sangat mendukung langkah pemerintah tentang DBH itu, namun setidaknya kasus ini menjadi perhatian pemerintah," paparnya.

Untuk diketahui, proporsi anggaran kegiatan DBH Sawit di Provinsi Kalteng itu antaranya mencakup pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan minimal 80 persen dari total alokasi DBH Sawit. Lalu 20% diantaranya dialokasikan untuk kegiatan lain.

Rencananya sektor yang akan diselesaikan dengan DBH tadi adalah pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan terdiri atas penanganan jalan meliputi rekonstruksi atau peningkatan struktur, pemeliharaan berkala atau pemeliharaan rutin, penanganan jembatan meliputi rehabilitasi, pemeliharaan berkala jembatan, maupun penggantian jembatan serta pembangunan jembatan.

Komentar Via Facebook :