https://www.elaeis.co

CLOSE ADS
CLOSE ADS
Berita / Sumatera /

Metode Injeksi Menghemat Hingga 60 Persen Biaya Pembelian Pupuk

Metode Injeksi Menghemat Hingga 60 Persen Biaya Pembelian Pupuk

Pemupukan sawit dengan metode injeksi. foto: Ist.


Bengkulu, elaeis.co - Pengamat Pertanian Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Jon Yawahar, menyebutkan bahwa pupuk cair untuk injeksi batang menghemat hingga 60 persen biaya pembelian pupuk. Bahkan metode penggunaan pupuk ini lebih efektif dan efisien dibandingkan pupuk kimia yang ditabur diatas tanah.

Dia bersama dosen Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Bengkulu telah melakukan pengabdian ke masyarakat pada Agustus 2022 lalu. Di mana bentuk pengabdian tersebut mengajarkan petani kelapa sawit menggunakan pupuk dengan cara injeksi di Desa Kungkai Baru, Kecamatan Air Priukan, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu.

"Kami sudah melakukan pengabdian ke masyarakat dan mengajari mereka memupuk sawit dengan cara injeksi batang," kata Jon, kemarin.

Baca juga: Ini Kelebihan Pupuk Injeksi Dibanding Pupuk Tabur

Menurutnya, antusias petani kelapa sawit cukup tinggi dengan metode pemupukan ini. "Bahkan petani kelapa sawit mengaku baru pertama kali menerapkan proses pemupukan ini," ungkapnya.

Salah satu yang membuat petani kelapa sawit sangat tertarik adalah lebih irit biaya. Pengeluaran bisa hemat hingga 60 persen.

"Jika harga pupuk kimia Rp 1 juta per karung, dengan metode pupuk injeksi maka petani cukup mengeluarkan biaya Rp 400 ribu," tuturnya.

Selain hemat biaya operasional, pupuk injeksi batang kelapa sawit juga diklaim sangat efektif karena langsung diserap oleh kelapa sawit.

"Penyerapan pupuk sangat tinggi karena langsung diserap batang tanpa melalui penyerapan melalui tanah," ujarnya.

Selain itu, berdasarkan hasil penelitian pihaknya, pemupukan dengan metode injeksi batang bisa meningkatan produksi kelapa sawit sebesar 5-20 persen.

"Peningkatan produksi setelah menggunakan pupuk injeksi selama 9 bulan," sebutnya.

Menurutnya, pupuk cair injeksi yang digunakan ke pohon sawit haruslah pupuk organik. Dia melarang pemakaian pupuk injeksi dari pupuk kimia yang dilarutkan. Sebab pupuk kimia memiliki sifat panas terhadap tanaman dan berisiko membuat pohon mati.

"Kita hanya merekomendasikan pupuk organik cair, bukan pupuk kimia yang dicairkan," pungkasnya.



 

Komentar Via Facebook :