https://www.elaeis.co

CLOSE ADS
CLOSE ADS
Berita / Sumatera /

Menteri ATR/BPN Serahkan Sertifikat Kebun Plasma ke Petani

Menteri ATR/BPN Serahkan Sertifikat Kebun Plasma ke Petani

Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto didampingi Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki, menyerahkan sertifikat plasma secara simbolik kepada 10 orang petani. Foto: Biro Adpimprov Aceh


Banda Aceh, elaeis.co - Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI, Hadi Tjahjanto, menyerahkan sertifikat tanah seluas 2 ribu hektare kepada petani plasma PT Satya Agung di Gampong Uram Jalan, Kecamatan Geureudong Pase, Kabupaten Aceh Utara.

Penyerahan itu dilakukan bersamaan dengan peresmian pabrik kelapa sawit (PKS) nihil limbah (zero waste) milik PT Satya Agung, kemarin.

Hadi mengapresiasi perusahaan tersebut karena telah menyerahkan kebun plasma sawit kepada warga di sekitar wilayah operasionalnya.

“Terima kasih kepada pimpinan perusahaan ini. Semoga apa yang dilakukan akan diikuti juga oleh HGU-HGU lainnya di Aceh sehingga saya tidak perlu melakukan audit. Karena saya akan melakukan audit hak, audit letak, audit luas, audit fungsi dan audit manfaat kepada masyarakat. Kadang-kadang poin yang kelima itu, masyarakat tidak merasakan manfaat. Mudah-mudahan pabrik ini akan terus berkembang dan mensejahterakan masyarakat sekitarnya,” kata Hadi Tjahjanto melalui keterangan resmi Biro Adpimprov Aceh.

Kepada masyarakat penerima, dia berpesan hendaknya kebun yang telah diserahkan oleh perusahaan dikelola dengan baik agar bisa membantu perekonomian keluarga dan secara lebih luas mampu mendongkrak geliat perekonomian masyarakat setempat.

“Sertifikat itu adalah suatu bentuk penghargaan dan perhatian dari perusahaan. Oleh karena itu, harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga menjadi aset yang berguna dalam membantu perekonomian bapak dan ibu sekalian,” pesannya.

Kebun seluas 2 ribu hektare tersebut dibagikan kepada seribu petani di sekitar perkebunan PT Satya Agung. Perusahaan milik Bahruny Group ini mengeloola lahan seluas 10 ribu hektare. Dalam kesempatan tersebut Hadi didampingi Penjabat Gubernur Aceh Achmad Marzuki, menyerahkan sertifikat secara simbolik kepada 10 orang petani.

Razali, salah seorang penerima mengaku bahagia karena setelah menunggu sekian lama, akhirnya dia menerima sertifikat tanah tersebut.

 

“Alhamdulillah Pak, sudah lega. Setelah menunggu sekian lama akhirnya kami telah memiliki sertifikat tanpa pungutan-pungutan yang memberatkan. Semuanya gratis dan dilayani dengan baik oleh para petugas,” sebutnya.

Achmad Marzuki sangat bersyukur pemerintah sangat mendukung pengembangan perkebunan sawit di daerah ini. "Keberadaan areal plasma ini menjadi bukti adanya kerja sama yang baik antara pihak perusahaan sebagai pengelola dan masyarakat sebagai pemilik," sebutnya.

"Dengan demikian kemajuan usaha perkebunan di daerah ini dapat mendorong peningkatan kesejahtaraan masyarakat, sehingga kemajuan usaha perkebunan bisa menjadi salah satu sektor yang dapat mengurangi tingkat kemiskinan daerah," tambahnya.

Komisaris Utama Bahruny Group Joefly J. Bahroeny menyampaikan, masyarakat penerima sertifikat plasma tergabung dalam 2 koperasi petani yang telah berbadan hukum, yaitu Koperasi Harta Bumoe Mbang dan Koperasi Mentari.

"Koperasi ini sebagian besar anggotanya adalah eks kombatan GAM, sisanya warga kurang mampu," ungkapnya.

"Diharapkan dengan kemitraan ini kesejahteraan masyarakat sekitar akan meningkat dan keuntungan perusahaan juga akan meningkat, karena hasil TBS petani akan dijual ke PKS PT Satya Agung," imbuhnya.
 

Komentar Via Facebook :