https://www.elaeis.co

Berita / Nasional /

Lahan Kebun Sawit Bisa Tandus Kalau Replanting Lebih Dua Kali

Lahan Kebun Sawit Bisa Tandus Kalau Replanting Lebih Dua Kali

Ketua HKTI Provinsi Bengkulu, Bando Amin.


Bengkulu, elaeis.co - Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Bengkulu, Bando Amin menilai, lahan yang ditanam kelapa sawit hanya produktif dua kali penanaman. 

Menurutnya, jangka waktu tanah yang ditanami sawit hanya bertahan 50 tahun. Setelah itu tandus.

"Kelapa sawit berbeda dengan tanaman lain. Tanaman ini menyerap unsur hara dan air cukup banyak. Jadi kalau sudah ditanam, kemudian replanting, lalu berusia 25 tahun terus direplanting lagi, tak bisa. Sebab lahannya pasti sudah tandus," kata Bando saat berbincang dengan elaeis.co, kemarin.

Bando mengatakan, mestinya hal tersebut harusnya diketahui pemerintah. Pasalnya pemerintah terus menggenjot sektor kelapa sawit, namun dalam 50 tahun ke depan lahan yang sudah ditanami komoditas itu akan menjadi tandus dan tidak dapat ditanami apa-apa lagi.

"Kita bingung, pemerintah menyuruh tanam sawit, tapi pupuk juga tak diberikan. Nanti lahan bekas kebun sawit sudah tandus, petani tidak tahu lagi nanam apa," ujarnya.

Harusnya, kata Bando, pemerintah bisa menciptakan industri manufaktur baru yang produktif untuk masyarakat. Namun hal tersebut tidak diciptakan. Padahal duit yang digelontorkan begitu besar untuk sektor sawit, bisa dipergunakan.

"Jangan nanti sudah tandus pemerintah tutup mata. Harusnya saat bisnis sawit masih menguntungkan dan memberikan kontribusi ke negara, pemerintah bisa membangun banyak industri manufaktur untuk membantu masyarakat yang membutuhkan lapangan pekerjaan," ujarnya.

Menurut Bando, pemerintah juga harus mampu menjamin bahwa tanaman kelapa sawit bisa terus menghasilkan. Jangan seakan lepas tangan.

"Pemerintah harus peduli, jangan nanti masyarakat yang punya kebun sawit, tapi tak produktif gara-gara tanahnya tandus. Sebab pemerintah tidak memberikan pupuk," kata dia 

"Mestinya pemerintah harus jeli dalam hal ini. Jangan seakan hanya mendorong masyarakat untuk menanam sawit, dan me-replanting tanaman berusia 25 tahun ke atas, namun tidak tahu apa dampaknya bagi petani di masa mendatang," pungkasnya.
 

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :