https://www.elaeis.co

CLOSE ADS
CLOSE ADS
Berita / Nasional /

Kalau Minyak Sawit Dijadikan BBM, Harganya Harus Dijamin Terjangkau

Kalau Minyak Sawit Dijadikan BBM, Harganya Harus Dijamin Terjangkau

Biodiesel berbahan baku minyak sawit. foto: Kemen ESDM


Jakarta, elaeis.co - Indonesia berencana menghentikan impor bahan bakar fosil dan akan mengandalkan minyak sawit (CPO) sebagai bahan bakar alternatif mulai 2045.

Anggota Komisi VII DPR RI, Sartono Hutomo mengapresiasi niat itu. Namun dia mengingatkan jangan sampai biodiesel yang digunakan berasal dari CPO yang diproduksi dari pembakaran lahan yang mengakibatkan pelepasan emisi yang juga mendorong terjadinya krisis iklim.

"Pengawasan terhadap standard operasional prosedur produksi CPO yang ketat menjadi kunci dalam pengembangan biofuel di Indonesia," katanya lewat keterangan resminya.

"Selain itu, pemerintah juga memerlukan kesiapan infrastruktur dan pembiayaan yang tidak sedikit karena dibutuhkan uji coba sampai bisa diterapkan di masyarakat," tambahnya.

Menurutnya, transisi energi adalah keniscayaan. "Yang jelas, inti persoalannya adalah bagaimana menyajikan energi bersih dan tetap terjangkau di masyarakat. Transisi energi dari fosil ke non fosil harus berdampak positif terhadap perekonomian nasional," tukasnya.

Politikus Partai Demokrat ini menekankan bahwa target menjadikan minyak sawit sebagai BBM harus tetap mengedepankan keberpihakan kepada produk nasional. "Sumber daya manusianya juga harus rakyat kita sendiri," tegasnya. 

Rencana menjadikan minyak sawit sebagai BBM alternatif dilontarkan Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan dalam kegiatan Indonesia Zero Pathway: Opportunity & Challenges yang digelar di Paviliun Indonesia, World Economic Forum Annual Meeting 2023 di Davos, Swiss, Kamis (19/1).

Berdasarkan riset, katanya, Indonesia diprediksi bisa memproduksi sekitar 100 juta ton minyak sawit di tahun 2045. "30 persen akan diarahkan untuk pangan dan sisanya bisa lakukan riset untuk membuat etanol. Jadi Indonesia tidak perlu mengimpor minyak fosil pada saat itu," katanya.
 

Komentar Via Facebook :