https://www.elaeis.co

Berita / Nasional /

IPOC 2022 Sukses Besar, Tapi Stand Petani Kok Cuma Satu?

IPOC 2022 Sukses Besar, Tapi Stand Petani Kok Cuma Satu?

Sekjen DPP Apkasindo, Rino Afrino, Direktur PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk, Franciscus Costan, Ketua Umum DPP Apkasindo, Gulat Manurung dan Ketua Umum DPP SAMADE, Tolen Ketaren. foto:


Jakarta, elaeis.co - Gelaran konferensi minyak sawit terbesar dunia; Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) sudah kelar pada 3-4 November lalu. Lebih dari 1400 orang dari 35 negara, hadir di acara yang digelar di Nusa Dua Bali itu.

Tapi sayang, ada satu yang kurang. Di jejalan stand atau Both yang ada di lantai satu gedung acara itu, Both petani kelapa sawit cuma satu.

Hanya Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia  (Apkasindo) yang punya Both di sana, menampilkan keberhasilannya dengan motto; "Sederhana Tapi Nerisi," Sementara, ada ratusan kelembagaan atau asosiasi petani sawit lainnya.
 
Itulah makanya Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Apkasindo), Gulat Medali Emas Manurung, berharap, pada even yang sama tahun depan, penyelenggara mau mengundang lebih banyak lagi petani sawit, khususnya kelembagaan petani yang sudah menunjukkan dedikasi tinggi terhadap kemajuan petani sawitnya. 

"Misalnya petani sawit yang sudah berhasil meraih ISPO, plasma terbaik atau petani yang sudah berhasil di PSR," Doktor lingkungan Universitas Riau ini menyodorkan.

Kalau misalnya memungkinkan, boleh juga uga mengundang guru-guru SMA lewat organisasinya, biar semakin banyak yang memahami betapa pentingnya tanaman kelapa sawit itu untuk Indonesia dan dunia.

"Kalau menurut saya, kelompok ini harus diajak, soalnya petani enggak punya kemampuan melebihi korporasi kelapa sawit," kata ayah dua anak ini kepada elaeis.co, tadi siang.

Memajukan petani sawit kata Gulat sama dengan memajukan industri kelapa sawit Indonesia. Sebab 42 persen dari hamparan kebun kelapa sawit yang ada di Nusantara, di kelola oleh petani swadaya. 

"Rohnya apa? Biar selama setahun ke depan, mereka (petani dan asosiasi) berlomba berkarya dan berprestasi yang pada akhirnya dikasi kesempatan hadir atau memamerkan keberhasilannya dalam gelaran IPOC itu," terangnya. 

Membawa para petani dan elemen di luar sawit dalam gelaran itu kata Gulat, sebetulnya akan bisa membangun wacana-wacana positif ke depan. 

Mereka bisa berinteraksi dengan semua pihak. Dari produsen pupuk misalnya, alat panen dan ada juga stand lembaga suplayer untuk menuju ISPO. "Ini kan akan menjadi pembelajaran yang sangat luar biasa," katanya.

Harapan ini kata Gulat tidak hanya diembankan kepada Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), tapi juga kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yang harus siap dan mampu membiayai perwakilan kelembagaan petani berprestasi dan kelembagaan di luar sawit.
 
"Saya akui, acara IPOC di Nusa Dua Bali itu luar biasa. Sebab dihadiri oleh utusan 35 negara. Potensi untuk mengkampanyekan industri sawit sangat besar. Mudah-mudahan acara semacam itu terus berlanjut dan semakin melibatkan multistakeholder," Gulat berharap.


 

Komentar Via Facebook :