Limapuluh Kota, elaeis.co - Ketersediaan pupuk, bibit dan pestisida bagi para petani --tidak terkecuali pekebun kelapa sawit-- sering menjadi kendala dalam menggerakkan usaha pertanian dengan sejumlah sub-sektornya itu.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Limapuluh Kota di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menjawabnya dengan melakukan program yang disebut dengan Agrosolution Membangun Nagari alias Manari.
Program ini merupakan bentuk sinergitas yang dicanangkan Menteri BUMN melalui PT Pupuk Indonesia dan PT Tazar Guna Mandiri dalam rangka menjamin ketersediaan pupuk, bibit dan petisida dengan harga terjangkau dengan menjadikan badan usaha milik nagari (BUMNag) sebagai mitra penyaluran. Nagari merupakan unit pemerintahan terendah di Sumbar.
Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo yang membuka sosialisasi kegiatan itu di Aula Kantor Bupati Sarilamak. Selasa, (9/5), menjelaskan program ini merupakan kegiatan untuk membangun kolaborasi petani dalam meningkatkan daya saing serta menjamin ketersediaan Agro Input melalui BUMNag.
"Ini merupakan peluang bagi petani dan BUMNag dalam membangun kemitraan langsung dengan PT. Tazar Guna Mandiri dalam meningkatkan pemberdayaan masyarakat nagari di sektor pertanian," ucapnya, dikutip elaeis.co dari website resmi Pemkab Limapuluh Kota.
Sementara itu pimpinan PT. Tazar Guna Mandiri Boy Buldansyah mengatakan, agrosolution merupakan program pendampingan kepada petani untuk mencapai produktivitas yang tinggi, yang diharapkan bisa membangkitkan perekonomian masyarakat.
"Kami memberi kesempatan kepada Wali Nagari, BUMNag bahkan petani untuk langsung berhubungan dengan kami sebagai produsen pupuk, bibit dan pestisida. Program agronindustri akan mnjadi jembatan untuk menjamin ketersedian pupuk yang terjangkau di nagari," tukas Boy.
Ini yang Dilakukan Pemkab Limapuluh Kota untuk Menjamin Ketersediaan Pupuk, Bibit dan Pestisida
Diskusi pembaca untuk berita ini