https://www.elaeis.co

Berita / Internasional /

Harga CPO Malaysia Nanjak 3 Hari Beruntun, Hati-hati Nyungsep Lagi!

Harga CPO Malaysia Nanjak 3 Hari Beruntun, Hati-hati Nyungsep Lagi!

Ilustrasi-petani kelapa sawit. (Dok. Elaeis)


Jakarta, elaeis.co - Harga kontrak minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di Bursa Malaysia Derivatives melesat di sesi awal perdagangan pada Selasa (22/11). Artinya, harga CPO telah menanjak di Negeri Jiran itu selama tiga hari beruntun.

"Kami menemukan level support di 3.800 Ringgit Malaysia per ton, dan resistance di 4.300 Ringgit Malaysia per ton," kata pedagang minyak sawit David Ng dikutip elaeis.co dari Bernama, Kamis (24/11).

Menanjaknya harga CPO tiga hari beruntun kata David karena dorongan sentimen positif atas ekspor yang lebih baik serta ditopang oleh harga minyak saingan yang lebih mahal sehingga turut mendongkrak harga CPO.

Minyak kelapa sawit dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak terkait karena mereka bersaing untuk mendapat bagian di pasar minyak nabati global. Sehingga ketika harga minyak kedelai menguat, harga CPO juga akan terkerek naik.

"Laju produksi yang lemah dari perkiraan juga mendukung kenaikan harga CPO ini," ujar David.

Seperti diwartakan Bernama pada penutupan Rabu (24/1), kontrak berjangka Desember 2022 ditutup naik 87 Ringgit menjadi 4.036 Ringgit Malaysia per ton. 

Untuk Januari 2023 juga naik 93 Ringgit jadi 4.075 Ringgit Malaysia per ton, dan Februari 2023 juga naik 101 Ringgit jadi 4.105 Ringgit Malaysia per ton.

Begitu juga Maret 2023, naik 106 Ringgit jadi 4.122 Ringgit Malaysia per ton, April 2023 naik 106 Ringgit jadi 4.111 Ringgit Malaysia per ton, dan Mei 2023 juga naik sebesar 97 Ringgit jadi 4.078 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, Kepala Riset Komoditas Sunvin Group yang berbasis di Mumbai Anilkumar Bagani mengatakan, Malaysian Palm Oil Association (MPOA) memperkirakan produksi minyak sawit lokal selama 20 hari pertama November 2022 mengalami kontraksi 6,44 persen selama periode 1-20 Oktober.

"Data Asosiasi Produsen Buah Sawit Malaysia Selatan (SPPOMA) juga menunjukkan penurunan produksi sawit lokal turun dua digit," ujarnya.

Komentar Via Facebook :