https://www.elaeis.co

CLOSE ADS
CLOSE ADS
Berita / Nasional /

Geopolitik Memanas, Amran Bilang Petani Sawit Justru Pesta

Geopolitik Memanas, Amran Bilang Petani Sawit Justru Pesta

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan kondisi geopolitik global yang memanas berdampak positif terhadap petani sawit.


Jakarta, elaeis.co – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan kondisi geopolitik global yang memanas berdampak positif terhadap petani sawit dan komoditas perkebunan nasional. 

Kenaikan harga komoditas seperti crude palm oil (CPO), kakao, dan kelapa dinilai mendorong peningkatan pendapatan petani di berbagai daerah.

Amran menyebut lonjakan harga komoditas terjadi seiring meningkatnya ketegangan global, khususnya di kawasan penghasil energi dunia. 

Kondisi ini menyebabkan harga energi naik dan berdampak pada komoditas alternatif seperti CPO yang digunakan sebagai bahan baku biodiesel.

“Geopolitik memanas itu berkah buat Indonesia, terutama sektor pangan dan perkebunan. Petani seperti pesta karena harga naik,” kata Amran saat kunjungan di Gudang Bulog Panaikang, Makassar, Minggu (5/4).

Ia menjelaskan kenaikan harga komoditas telah dirasakan langsung oleh petani di lapangan. Salah satu contohnya terjadi pada komoditas kelapa di Maluku Utara yang mengalami lonjakan harga signifikan.

“Kelapa yang sebelumnya sekitar Rp600 per butir naik menjadi Rp6.000. Ini kenaikan hampir 1.000 persen dan langsung dirasakan petani,” ujarnya.

Selain kelapa, harga kakao dan sawit juga mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini memberikan ruang keuntungan yang lebih besar bagi petani, sehingga mendorong mereka meningkatkan produktivitas.

Amran mengatakan petani kini lebih intensif dalam merawat tanaman, termasuk dalam penggunaan pupuk dan pengelolaan kebun. Menurutnya, situasi harga yang tinggi membuat petani lebih aktif untuk menjaga kualitas dan kuantitas produksi.

“Petani sekarang fokus di kebun karena harga sedang bagus. Perawatan ditingkatkan agar hasil panen maksimal,” katanya.

Lebih lanjut, Amran menilai peningkatan pendapatan petani juga tercermin dari kemampuan ekonomi mereka. Salah satu indikator yang terlihat adalah meningkatnya jumlah petani yang mampu menunaikan ibadah haji dan umrah.

Ia menyebut jumlah petani yang berangkat ke Tanah Suci mengalami peningkatan hingga dua kali lipat dibandingkan sebelumnya. Hal ini menunjukkan adanya perbaikan kesejahteraan di tingkat petani, khususnya di sektor perkebunan.

“Sekarang lebih banyak petani yang bisa berangkat umrah dan haji. Itu menandakan pendapatan mereka meningkat,” ujarnya.

Di sisi lain, Amran menekankan bahwa dinamika geopolitik global juga memberikan dampak terhadap percepatan kebijakan hilirisasi di dalam negeri. Pemerintah, kata dia, mendorong pengembangan energi alternatif berbasis komoditas lokal, termasuk etanol.

Menurutnya, bahan baku etanol seperti jagung dan ubi memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber energi terbarukan. Selain itu, hilirisasi dinilai dapat meningkatkan nilai tambah produk pertanian sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

“Tekanan global justru mendorong percepatan hilirisasi, termasuk pengembangan etanol. Ini peluang untuk memperkuat ekonomi domestik,” kata Amran.

Ia juga mengungkapkan Indonesia telah mulai memproduksi kendaraan berbahan bakar etanol dan mengekspornya ke sejumlah negara, termasuk Brasil. Langkah ini menjadi bagian dari upaya diversifikasi energi dan peningkatan daya saing industri nasional.

Secara keseluruhan, Amran menilai kondisi geopolitik global yang memanas memberikan efek ganda bagi Indonesia. Di satu sisi, terdapat tekanan ekonomi global, namun di sisi lain membuka peluang peningkatan harga komoditas ekspor.

Kenaikan harga tersebut, menurutnya, berdampak langsung pada peningkatan pendapatan petani. Namun demikian, pemerintah tetap memantau perkembangan global guna mengantisipasi potensi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas sektor pertanian.

“Ini momentum yang harus dijaga. Kita manfaatkan peluang, tapi tetap waspada terhadap dinamika global,” ujar Amran.

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :