Berita / Serba-Serbi /

Dua Kubu Pengurus Nyaris Bentrok di RAT Koperasi

Dua Kubu Pengurus Nyaris Bentrok di RAT Koperasi

Massa pendukung Sah Bela mencoba menghentikan RAT yang digelar pengurus Kopsa Karya Bakti versi Afrijal. Foto: Yahya/elaeis.co


Pasir Pangaraian, elaeis.co - Konflik internal pengurus Koperasi Petani Sawit (Kopsa) Karya Bakti makin panas. Kedua kubu bahkan nyaris terlibat bentrok karena saling mengklaim sebagai pengurus yang sah.

Dualisme kepemimpinan di tubuh koperasi terjadi setelah sejumlah anggota menggelar Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) 17 April 2019 lalu dan memilih Sah Bela Dalimunte sebagai ketua menggantikan Afrijal Dalimunte. Sejak saat itu kedua kubu berseteru.

Kemarin, kubu Afrijal menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) di Aula Kantor Desa Mahato, Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Saat acara berlangsung, massa kubu Sah Bela bersama anggota ormas Pemuda Pancasila yang juga anggota Kopsa Karya Bakti datang membubarkan RAT.

"Kalau kau memang betul Ketua Koperasi Karya Bakti, kenapa enggak kau laksanakan RAT ini di kantor koperasi. Padahal, Karya Bakti punya kantor, " kata Sah Bela saat itu sambil menunjuk Afrijal.

Ratusan anggota koperasi lainnya yang datang ke lokasi RAT itu bersorak menyaksikan kejadian itu.

Kedua kubu lantas beradu argumentasi dan nyaris bentrok fisik, beruntung aparat kepolisian dan TNI berhasil meredam suasana yang makin memanas sehingga tidak menimbulkan aksi anarkis.

Sah Bela dan pendukungnya mendesak kepada aparat kepolisian agar membubarkan RAT yang digelar oleh Afrijal. Alhasil, RAT sempat terhenti selama lebih kurang tiga jam sambil menunggu kedatangan Kapolres Rohul, AKBP Eko Wimpiyanto Hardjito, ke lokasi.

Setelah Eko tiba, Sah Bela dan Sekretaris MPC PP Rohul, Carles, secara gamblang memperlihatkan semua dokumen-dokumen atau keabsahan pengurus baru Kopsa Karya Bakti di mana pada 17 April 2019 berdasarkan RALB menyatakan Sah Bela Dalimunte sebagai Ketua terpilih.

"Kita sudah mencatatkan juga di Kemenkumham, Pak. Saat RALB di 2019 itu kita juga sudah sampaikan ke Dinas Koperasi Rohul. Tapi, kenapa hingga kini belum ada pernah dicatatkan oleh Dinas Koperasi," keluhnya di hadapan Kapolres.

Menjawab keluhan dari Sah Bela, Eko dengan pendekatan preventif dan humanis menyarankan kedua belah pihak untuk dapat duduk bersama agar tidak terjadi konflik berkepanjangan.

"Supaya kedua belah pihak dapat mengesampingkan ego dan mencari solusi terbaik. Jika itu juga tidak ada jalan keluarnya, ya, mau tidak mau dipersilahkan kepada para pihak untuk melanjutkannya ke ranah hukum," saran Eko.

Saat Eko mengajak Sah Bela dan pendukungnya dialog di luar aula, di dalam aula kubu Afrijal dengan terburu-buru mengesahkan RAT laporan pertanggungjawaban Koperasi Karya Bakti.

"Tidak sampai 10 menit, tampak para anggota koperasi bersalam-salaman dengan Afrijal," kata salah seorang anggota koperasi versi Sah Bela.

Sementara itu ketika dikonfirmasi, Sekretaris MPC PP Rohul Carles menyebut bahwa pihaknya akan terus mengawal persoalan ini sampai tuntas.

"Jika perlu kami siap untuk menduduki lahan yang menjadi hak anggota MPC," kata Carles.

 

Komentar Via Facebook :