Berita / Nasional /
Dana PSR Bertambah, Petani Mandiri Tanpa Hutang
Ilustrasi-petani kelapa sawit. (Istimewa)
Jakarta, elaeis.co - Usulan penambahan dana PSR menjadi Rp60 juta per hektare terus mendapat dukungan dari sejumlah pihak. Tidak terkecuali APKASINDO Perjuangan.
Kali ini menurut Sekertaris Jenderal DPP APKASINDO Perjuangan, Sulaiman H Andi Loeloe, usulan itu memiliki banyak dampak positif baik untuk petani maupun pemerintah.
Jika disetujui oleh Komite Pengarah yang terdiri dari para menteri diketuai Menko Perekonomian, menurut Sulaiman petani akan lebih mandiri. Sebab tidak lagi berhutang dengan perbankan.
"Kalau masih Rp30 juta maka petani akan mencari kekurangannya sebesar Rp30 juta pula. Sebab dana segitu belum cukup hingga siap panen. Otomatis mereka akan meminjam kepada bank. Artinya mereka masih harus memikirkan angsuran atau cicilan usai kebunnya diremajakan," kata Sulaiman kepada elaeis.co, Kamis (18/8).
Jika pemerintah mampu membantu lanjut Sulaiman, kenapa justru tidak dilakukan. Malah menurutnya dana yang ada di BPDPKS cukup untuk merealisasikan usulan tersebut.
"Kita berharap pemerintah melalui Menteri Perekonomian menyetujui usulan itu. Sehingga petani betul-betul merasakan peremajaan tanpa perlu memikirkan hutang di bank," ujarnya.
Sementara dampaknya untuk pemerintah, minat petani untuk mengajukan PSR diprediksi akan meningkat. Jika pengajuan meningkat maka target PSR 180 ribu hektare setiap tahunnya akan tercapai. Jika tercapai maka target peningkatan produksi kebun kelapa sawit nasional juga otomatis terjangkau.
"Petani akan meras aman karena tidak ada hutang. Dengan begitu otomatis minat pengajuan PSR tinggi. Sebab yang menjadi kendala dalam PSR salah satunya adalah pinjaman modal di perbankan," paparnya.
"Kita berharap usulan ini dipertimbangkan, sehingga betul-betul petani kita menjadi petani mandiri kedepannya," tandasnya.







Komentar Via Facebook :