Kembali memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran mendorong harga minyak mentah dunia. Kondisi ini berpotensi membuat minyak berbasis sawit semakin menarik, terutama karena Indonesia terus memperluas pemanfaatan biodiesel.
Ketika harga minyak fosil naik, biodiesel berbasis minyak nabati bisa menjadi alternatif yang semakin kompetitif. Alhasil, prospek permintaan CPO untuk sektor energi kembali menjadi perhatian investor.
Kepala Riset Komoditas Sunvin Group, Anilkumar Bagani, menilai sentimen positif tersebut bahkan mampu mengabaikan penurunan ekspor Malaysia pada Agustus yang tercatat merosot 14,9%.
Dari dalam negeri, pasar juga mendapat kepastian dari penetapan Harga Referensi CPO Indonesia periode September 2026 sebesar US$1.007,51 per ton oleh Kementerian Perdagangan.
Meski begitu, investor masih perlu mencermati sejumlah risiko. Salah satunya kondisi cuaca dan curah hujan monsun di India yang dapat memengaruhi pasokan minyak nabati di kawasan Asia.
Untuk sementara, kombinasi CPO yang menguat, minyak dunia yang memanas, serta prospek biodiesel menjadi paket sentimen yang cukup ampuh mengangkat saham sawit RI.
CPO Naik, Minyak Dunia Memanas, Saham Sawit RI Makin Cuan!
Diskusi pembaca untuk berita ini