Berita / Sumatera /
BEI Bengkulu Ajak Petani Sawit Berinvestasi di Pasar Modal
Ketika BEI meresmikan galeri investasi PWI di Bengkulu.
Bengkulu, elaeis.co - Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Provinsi Bengkulu mengajak petani kelapa sawit di daerah itu untuk berinvestasi di Pasar Modal. Ini dilakukan menindaklanjuti kekhawatiran pemerintah daerah atas banyaknya korban investasi bodong yang rata-rata adalah petani kelapa sawit.
Kepala Kantor Perwakilan BEI Bengkulu, Bayu Saputra mengatakan, korban investasi bodong di Bengkulu rata-rata masyarakat pedesaaan dan berprofesi sebagai petani sawit. Ini disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat terkait produk investasi yang benar dan legal.
"Oleh karena itu, kami dari BEI berharap dengan adanya Galeri Investasi di Bengkulu, bisa mengedukasi masyarakat khususnya petani kelapa sawit untuk berinvestasi di Pasar Modal," kata Bayu saat berbincang dengan elaeis.co, kemarin.
Lebih lagi, hingga saat ini sangat sedikit petani kelapa sawit yang mengetahui investasi di Pasar Modal. Padahal dengan berinvestasi di sana, duit masyarakat aman dan terlindungi.
"Berinvestasi di kami, aman dan sangat berbeda dengan investasi bodong," tutur Bayu.
Pasalnya, kata Bayu, petani yang hendak berinvestasi nantinya bisa memilih instrumen investasi yang diinginkan seperti Reksadana, Saham, hingga Sukuk dan Obligasi.
Produk investasi tersebut tentu saja memberikan imbalan hasil yang berbeda. Tergantung dengan tingkat risiko yang akan diterima oleh investor.
Sebagai contoh, jika investor berinvestasi di saham, maka investor nantinya harus siap menghadapi kenaikan dan penurunan harga saham. Meski begitu, rata-rata kinerja saham perusahaan di Indonesia selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya. Sehingga masyarakat tidak perlu takut untuk berinvestasi.
"Tak perlu takut berinvestasi di saham, beli hari ini, Inya Allah besok harganya bakal naik, tapi kalau harganya turun, ya jangan langsung dijual, asal perusahaannya bagus, pasti naik juga nanti," tuturnya.
Selain itu, lanjut Bayu, modal untuk memulai berinvestasi di saham juga tidak terlalu besar, bisa Rp100 ribu. Nantinya uang Rp100 ribu itu bisa dibelikan saham-saham perusahaan yang bonafit seperti Unilever, Bank BCA, dan Telkom.
"Dengan membeli saham perusahaan-perusahaan tersebut, secara langsung masyarakat sudah menjadi pemilik perusahaan itu, artinya tidak ada ruginya berinvestasi di saham. Jadi ini sangat baik bagi investor di daerah khususnya petani sawit," pungkasnya.







Komentar Via Facebook :