Berita / Sumatera /

Banyak Sawit Petani di Pangkalan Kerinci Terancam Mati, ini yang Terjadi

Banyak Sawit Petani di Pangkalan Kerinci Terancam Mati, ini yang Terjadi

Petani di Desa Mekar Jaya memanen sawit pakai sampan karena kebun terendam banjir. foto: ist.


Pangkalan Kerinci, elaeis.co - Para petani kelapa sawit di Desa Kuala Terusan dan Mekar Jaya, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, terancam kehilangan sumber mata pencaharian. Sudah dua bulan terakhir kebun sawit mereka terendam banjir.

Armefri, warga Desa Mekar Jaya, mengatakan, genangan air menyebabkan para petani kesulitan memanen tandan buah segar (TBS) kelapa sawit. "Banjir sudah sejak Desember 2023, ketinggian air mencapai 2,5 meter," ungkapnya kepada elaeis.co, Rabu (31/1), lewat sambungan telefon seluler.

"Tapi itu sebenarnya masih bisa dicari solusinya, yaitu panen pakai sampan atau pompong," sambungnya.

Yang jadi kekhawatirkan petani di desa itu saat ini adalah keberlanjutan hidup tanaman sawit. "Banyak pohon sawit nyaris tenggelam. Apalagi yang umurnya masih 3 - 4 tahun," katanya.

"Kami punya lahan seluas 4 hektar, usia tanam paling tua 9 tahun. Itu semuanya terendam. Kami takut sawitnya akan mati karena kelamaan terendam air banjir, padahal itu yang selama ini jadi tumpuan nafkah keluarga," sambungnya.

Lelaki 53 tahun itu tidak bisa membayangkan bagaimana nasib keluarganya kalau banjir tak kunjung surut. "Bisa betul-betul musnah sumber penghasilan kami. Saat ini saja rasanya sudah cukup menderita," keluhnya.

Dia mengaku belum mencari sumber penghasilan sampingan untuk menopang kebutuhan sehari-hari. "Hanya pinjaman duit ke tengkulaklah, alhamdulillah masih dibantu toke. Seusia saya saat ini nggak kuat lagi kerja kasar," tandasnya. 

Meski berstatus korban banjir, sampai sekarang dia belum menerima bantuan sosial seperti paket sembako. Bahkan belum pernah didata oleh petugas pemerintahan desa ataupun setingkat kecamatan.

"Sangat berharap sih sebenarnya. Paling tidak persoalan rumit yang kami hadapi, diperhatikan pemerintah," pungkasnya.



 

Komentar Via Facebook :