Berita / Sumatera /

Bahas Sejumlah Isu Penting, POPSI Bicara Soal Optimalisasi Sawit Rakyat

Bahas Sejumlah Isu Penting, POPSI Bicara Soal Optimalisasi Sawit Rakyat

Para petani sawit dari berbagai Asosiasi berfoto bersama usai acara. (foto: elaeis/Juan)


Jambi, elaeis.co - Sejumlah isu penting seputar perkebunan sawit dibahas dalam acara yang digelar oleh Persatuan Organisasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (POPSI) di Ratu Convention Center, Jambi pada 28 – 29 November 2023.

Mengangkat tema "Optimalisasi Sawit Rakyat Sebagai Penghasil Devisa di Pusaran Tata Kelola Sawit Berkelanjutan" ratusan petani sawit beserta sejumlah lembaga atau pihak terkait meramaikan jalannya seminar yang mengangkat topik mulai dari PSR, SDM, kelembagaan, hingga hilirisasi perkebunan sawit.

Ketua Umum POPSI, Pahala Sibuea dalam penutupan acara mengulas kembali sejumlah pembahasan materi yang sudah berlangsung selama dua hari itu mulai dari SDM hingga peningkatan produktivitas sawit rakyat.

"Mengenai peningkatan SDM, saya kebetulan sering keliling dari Maluku sampai ke Sumatra Barat. Yang saya hadapi itu petaninya wawasan terhadap regulasi itu sangat minim," kata Pahala Sibuea pada Rabu, 29 November 2023.

Sementara perbincangan di tingkat bawah itu banyak cerita-cerita bahwa terdapat dana yang banyak di BPDPKS. Namun petani dinilai belum paham betul bagaimana mengakses dana tersebut.

Soal potensi bisnis lain dalam dunia perkebunan demi memaksimalkan pendapatan dinilai belum banyak diterapkan oleh petani seperti UMKM dari bahan baku sawit hingga metode tumpang sari dalam perkebunan.

Dia juga tak lupa soal DBH sawit yang sedang santer tersiar di mana-mana. Setelah sekian lama akhirnya pemerintah mengucurkan DBH demi menunjang produktivitas perkebunan bagi daerah sentra sawit.

"Ini sangat hangat sekali karena baru tahun ini dialokasikan dana bagi hasil bagi daerah-daerah sentra sawit. Kami ingin mengedukasi bahwa dana sawit itu bisa kita akses dengan cara kita ke Disbun untuk mengusulkan ke pemerintah daerahnya," katanya.

Sisi lain peningkatan ekonomi petani dengan optimalisasi lahan, menurut Pahala, saat ini Cina dan India sedang menggenjot penanaman sawit. Sementara negara-negara Afrika terus-terus fokus memperluas lahan perkebunan sawit.

"Ini membuat ke depan akan terjadinya demand (permintaan) terhadap sawit kita ini berkurang. Padahal di sisi lain kita produsen benih itu meningkat, bahkan ada yang sudah mengklaim itu hasil penelitiannya bisa memaksimalkan produktivitas hingga 40 ton per tahun," katanya.

Menurutnya hal ini akan berujung pada bom waktu, Pahala menilai akan terjadi kondisi dimana suplai banyak dengan demand (permintaan) yang berkurang. "Nah, maka antisipasi ke depan kita menggunakan lahan itu supaya efektif," ujarnya.

Di tengah semua persoalan tersebut, Sibuea berharap semoga acara yang diinisasi oleh POPSI membawa manfaat bagi seluruh petani sawit.

"Kita saling bertukar pengalaman dan bersilaturahmi. Ini supaya kita bersatu walau kita dalam asosiasi berbeda-beda tapi tujuan kita sama," katanya.

Komentar Via Facebook :