https://www.elaeis.co

Berita / Serba-Serbi /

Alat Berat dan Perambah Diamankan di Kawasan TNBT

Alat Berat dan Perambah Diamankan di Kawasan TNBT

DLHK Riau amankan alat berat jenis ekskavator perambah hutan di Inhu. Foto: Ist.


Rengat, elaeis.co - Tim gabungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau berhasil mengamankan perambah kawasan hutan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) di Desa Sanglap, Kecamatan Batang Cenaku, Indragiri Hulu (inhu). Satu unit alat berat jenis ekskavator diamankan bersama sejumlah pekerja.

Kepala DLHK Provinsi Riau, Mamun Murod mengatakan, pengamanan alat berat tersebut berlangsung saat digelar Operasi Pengamanan Hutan di wilayah KPH Indragiri.

"Giat itu bermula dari informasi masyarakat dan media, diduga terjadi pembukaan dan perambahan kawasan hutan menggunakan alat berat di wilayah hukum KPH Indragiri yang rencananya ditanam kelapa sawit," terangnya di Media Center Riau, kemarin. 

Menindaklanjuti laporan yang diterima, lanjutnya, Kepala KPH Indragiri Wang Yusrizal berkoordinasi dengan Kepala Balai TNBT dan langsung melakukan patroli mengecek ke lapangan sesuai laporan tersebut. Ternyata benar, petugas menemukan alat berat berupa ekskavator sedang bekerja di lokasi yang masuk dalam kawasan hutan.

Karena itu, tim langsung mengamankan alat berat dan dititipkan di Kantor Resort TNBT. Sedangkan operator beserta pekerja dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Markas Polhut Riau di Jalan Dahlia, Pekanbaru, guna pengembangan lebih lanjut.

"Hingga saat ini proses pemeriksaan masih berlanjut dan kami akan koordinasi dengan Polda Riau melalui Koordinator Pengawasan Penyidik Pengawai Negeri Sipil (Korwas PPNS), agar proses ini sesuai prosedur KUHAP serta Juklak dan Juknis proses penyelidikan dan penyidikan," tambahnya. 

Langkah cepat tim dalam penanganan kelestarian hutan itu mendapat apresiasi dari Ali Amsar Siregar, pegiat di Lembaga Penyelamat Lingkungan Hidup Indonesia Kawasan Laut, Hutan dan Industri (LPlHI-KLHI). Menurutnya, persoalan lingkungan ini harus diusut tuntas supaya ada efek jera bagi pelaku lainnya. 

"Yang dijebloskan ke penjara nanti jangan sekedar pekerja, tetapi pemilik unit alat berat serta dalang di balik perusakan taman nasional tersebut yang diduga oknum anggota dewan," ungkapnya.

 

Komentar Via Facebook :