https://www.elaeis.co

Berita / Bisnis /

368 Ton Produk Pertanian Riau Diekspor ke 35 Negara

368 Ton Produk Pertanian Riau Diekspor ke 35 Negara

Kepala Barantan Kementerian Pertanian Ir Bambang foto bersama usai pelepasan ekspor di Pelabuhan Dumai. (Ist)


Dumai, elaeis.co - Sebanyak 386 ton produk pertanian asal Provinsi Riau diekspor ke berbagai negara melalui Pelabuhan Pelindo Dumai. Tak tanggung-tanggung, nilainya mencapai Rp 3,7 triliun. 

Ekspor dilepas langsung oleh Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementerian Pertanian RI, Ir Bambang, Senin (21/11). Produk-produk pertanian itu diekspor ke Cina, Jepang, Vietnam, Filipina dan berbagai negara lainnya. 

"Kunci keberhasilan ekspor adalah komitmen pimpinan daerah. Selain itu, peningkatan ekspor merupakan sinergi banyak pihak mulai dari hulu sampai ke hilir, dan kami selaku instrumen perdagangan pertanian akan terus optimal mendukung komoditas pertanian berorientasi ekspor," kata Bambang.

Ia juga menyebutkan bahwa peningkatan ekspor juga merupakan refleksi keunggulan komparasi keberhasilan pengembangan pembangunan pertanian di daerah. 

"Untuk itu kami mengapresiasi Bapak Walikota Dumai, petani, pekebun dan para pelaku usaha asal Provinsi Riau, khususnya Dumai dalam mengakselerasi ekspor pertanian," ujarnya.

Hal ini, lanjut Bambang, sejalan dengan tugas strategis yang diberikan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, kepada Barantan dalam mengakselerasi peningkatan ekspor, Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks).

Sementara itu, Walikota Dumai, Paisal menyampaikan apresiasi atas pengawalan pembangunan pertanian di wilayahnya. Ia juga menyampaikan lokasi wilayahnya yang strategis sehingga tren investasi tinggi.

"Mohon dukung Dumai akan membangun pelabuhan peti kemas, sehingga produk olahan pertanian asal Riau dapat langsung diekspor tanpa melewati Medan, Sumatera Utara," kata Paisal.

Staf Ahli Bidang Manajemen Konektivitas, Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi Sahat Panggabean yang turut hadir dalam pelepasan ini juga menyampaikan, dukungan percepatan ekspor adalah solidnya tim antar otoritas instansi di pelabuhan (CIQP, Custom, Immigration, Quarantine & Port, red)  dan modernisasi. 

"Penataan di pelabuhan yang kita lakukan sekarang menggunakan digitalisasi. Lebih cepat, tepat dan transparan," ujarnya.

Sebagai informasi, Kepala Karantina Pertanian Riau, Almen Simarmata menyebutkan dari data IQFAST, tren ekspor asal Bumi Lancang Kuning ini meningkat di tiga tahun terakhir. 

Di tahun 2021 misalnya, nilainya mencapai Rp 39,42 triliun atau meningkat 15,4% dibandingkan tahun 2020, Rp 34,14 triliun.

Komentar Via Facebook :