Pekanbaru, elaeis.co - Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (P2HP) Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Defris Hatmaja, menyebutkan bahwa produksi sawit di Bumi Lancang Kuning saat ini tengah mengalami penurunan.
Hal ini juga diakui oleh 15 perusahaan pengolahan kelapa sawit yang menjadi tim penetapan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.
Yang mana dalam rapat penetapan harga TBS, Selasa (21/3) kemarin, indeks K yang menjadi rumus penentu dalam penetapan harga TBS turun sebesar 0,26 persen, menjadi 91,55 persen.
"Penurunan ini disebabkan karena rata-rata perusahaan mitra yang merupakan pemasok data penjualan CPO dan kernel dalam tim penetapan harga mengalami penurunan produksi atau TBS yang diolah menurun," kata Defris.
Defris menjelaskan, turunnya volume TBS yang diolah ini mengakibatkan biaya produksi menjadi meningkat dan mempengaruhi terhadap harga TBS pada periode ini.
Yang mana diketahui, pada rapat yang dilakukan oleh tim kemarin, harga TBS untuk periode 22 - 28 Maret 2023 turun. Untuk kelompok umur 10-20 tahun ditetapkan sebesar Rp 2.876,16/kg.
Produksi TBS di Riau Menurun, Ini Akibatnya
Diskusi pembaca untuk berita ini