Siak, elaeis.co - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani Desa Lubuk Dalam, Kecamatan Lubuk Dalam, Kabupaten Siak, Riau mencapai Rp2.220 per kilogram.

Harga di daerah ini mengalami kenaikan tipis dibanding dua Minggu, yang hanya bertengger pada kisaran Rp2.100 per kilogram.

Harga TBS mencapai Rp2.220 per kilogram membuat banyak petani senang. Apalagi banyak duit keluar usai merayakan tahun baru 2023.

"Tentu kenaikan harga disambut bahagia oleh petani. Karena di tingkat petani, harga TBS dibandrol tengkulak (pembeli) Rp2.220 per kilogram, atau naik dibanding akhir Desember 2022 lalu," kata Rony Edward Depari petani asal Lubuk Dalam ini kepada elaeis.co, Senin (9/1).

Menurut Rony, naiknya harga sawit sangat berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat di Lubuk Dalam. Sebab, rata-rata warga di daerah itu punya kebun kelapa sawit.

"Pendapatan masyarakat di sini makin meningkat. Sebab tata-rata warga di sini punya kebun sawit. Minimal sebagai pekerja kebun sawit. Artinya sangat bergantung pada sektor sawit," ujarnya.

Tetapi, ada hal lain yang saat ini dikeluhkan para petani, yaitu harga pupuk yang mahal mencapai Rp800-an per sak ukuran 50 kilogram.

"Nah, itu kurangnya. Harga pupuk mahal kali saat ini. Contohnya pupuk NPK 16-16 yang harganya sampai Rp800-an per sak saat ini. Dulu harganya hanya Rp350-an," kata Rony.

"Percuma harga TBS naik, tapi jika dihitung dengan harga pupuk secara global, tipis hasil yang didapat. Mestinya keluhan petani direspon pemerintah. Sebab, petani sangat menjerit dengan melonjaknya harga pupuk non subsidi ini," pungkasnya.