Kaltim, elaeis.co - Nurhab tidak menyangka janji manis pihak Koperasi Kakap Putih di Desa Sempayau tahun 2013 silam itu hanya pepesan kosong belaka.
Di tahun itu, kakek 72 tahun ini dan ratusan warga Desa Pengadan di Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur (Kaltim), berbondong-bondong ikut demo agar ratusan hektare lahan kawasan hutan di Desa Pengadan ini bisa dikelola koperasi yang bermitra dengan PT Tri Daya tersebut.
Jika lahan itu bisa dikelola oleh koperasi, maka warga bakal kebagian jatah berbentuk kebun sawit plasma nantinya, begitulah janji yang keluar dari Abdillah, orang yang menjembatani masyarakat dengan koperasi kala itu.
"Sebetulnya, awalnya kami tidak tahu menahu tentang adanya Koperasi Kakap Putih ini. Tahunya pas dikasih daftar nama yang harus ikut demo di lahan kawasan hutan itu dengan iming-iming kebagian lahan plasma. Jadi, dulu dijanjikan, siapa yang ikut demo, dapat lahan plasma. Masih ada bekas luka gara-gara ikut demo ini loo," kata kakek 6 anak itu saat berbincang dengan elaeis.co, Senin (10/7).
"Jadi waktu itu, Abdillah yang membuat daftar nama yang akan berdemo tanpa sepengetahuan kita. Tujuannya, agar dapat menduduki lahan kawasan hutan yang ada di Desa Pengadan Ini," kata Nurhab.
Warga lainnya bernama Syarif juga ikut menambahkan, bahwa demo yang dilakukan kala itu sebanyak empat kali. Warga tempatan dibenturkan dengan pendatang di desa itu agar lahan kawasan hutan tersebut bisa dikelola koperasi.
"Yang Demo terakhir ada korban akibat kena pukul. Sampai-sampai harus berurusan dengan polisi. Tiga truk dan ratusan sepeda motor yang dikendarai warga berdatangan ke lokasi untuk berdemo kala itu," kata dia.
Menagih Janji Koperasi Kakap Putih
Diskusi pembaca untuk berita ini