Saat Bapak Wakil Presiden menyampaikan Pidato Pengarahan pada acara tersebut, hati kami petani sawit sangat Bahagia dan bersyukur karena Bapak Wakil Presiden memerintahkan langsung kepada Kementerian Pertanian dan BPDPKS supaya pembangunan PKS di Kab Manokwari "Dipercepat, darurat (pembangunan pabrik sawit koperasi petani)”, apalagi Pak Wakil Presiden sudah mengetahui bahwa satu-satunya PKS di Kab Manokwari bahkan terbakar ludes (PT MEDCO) persis 4 hari menjelang kunjungan Wapres ke kebun PSR (10/7 2023).
Selama masa penantian ini, kami petani sawit di Manokwari banyak mengalami kesusahan mulai dari harga pembelian TBS oleh Perusahaan yang tidak sesuai dengan hasil penetapan harga TBS oleh Dinas tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan provinsi Papua Barat, sering rusaknya PKS PT Medco dan kendala lainnya terkait ke harga TBS.
Kendala kami tadi semakin menjadi-jadi pasca terbakarnya PKS PT Medco.
Kami tidak tau lagi mau kemana menjual TBS kami. Jika ada pilihan PKS lain, pasti kami akan pilih sekalipun margin yang kami terima sangat tipis.
Jika kami memilih menjual ke PKS di Kab Sorong, tentu ini suatu kekonyolan karena jaraknya yang hampir 12 jam dari Kebun KPSAS, yang mengakibatkan ongkos transportasi sangat besar dan praktis malah tekor (rugi).
Akibatnya sudah dua bulan ini kami sama sekali tidak lagi memanen kebun sawit kami (membiarkan membusuk dan kebun sawitpun sudah tidak terawat lagi).
Menurut data Koperasi kami, sebelumnya hasil panen tiap bulan mencapai 1.000 ton sampai 1.300 ton.
Dimana jika dikalkulasikan ke harga TBS rerata Rp 2.000 maka kami kehilangan penjualan TBS per bulannya Rp2-2,6 M per bulannya. Praktis 4.000 KK anggota Koperasi tidak ada lagi pemasukan untuk biaya hidup anak-istri.
Cerita Miris Petani Sawit Papua Barat; Ditelantarkan BUMN, 'Di-PHP' Dirjenbun, Hingga Tiap Bulan Duit Leong Rp2,6 Miliar
Diskusi pembaca untuk berita ini