Jakarta, elaeis.co – Raksasa sawit dunia,Wilmar International Limited, akhirnya buka suara usai namanya terseret dalam dugaan manipulasi nilai ekspor crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah. 

Kasus ini langsung bikin geger karena pemerintah menyebut ada dugaan praktik under invoicing dan transfer pricing yang melibatkan perusahaan-perusahaan besar sektor sawit.

Nama Wilmar muncul setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap adanya 10 perusahaan besar yang diduga memainkan nilai ekspor sawit. 

Dugaan ini berkaitan dengan laporan harga ekspor yang disebut jauh lebih rendah dibanding nilai sebenarnya di negara tujuan.

Wilmar pun angkat bicara lewat keterbukaan informasi di Bursa Singapura (SGX). Manajemen menegaskan hingga kini mereka belum menerima pemberitahuan resmi terkait penyelidikan tersebut.

“Wilmar ingin mengklarifikasi bahwa kami belum menerima pemberitahuan resmi terkait penyelidikan yang disebutkan dalam pemberitaan tersebut. Namun, kami sedang bekerja sama dengan otoritas terkait untuk memahami kekhawatiran mereka,” tulis manajemen Wilmar dalam pernyataannya, Kamis (28/5).

Meski begitu, pernyataan itu belum meredam sorotan publik. Apalagi, pemerintah mengklaim telah mengantongi data dugaan manipulasi ekspor dari perusahaan-perusahaan besar sawit, termasuk Wilmar dan Musim Mas.

Purbaya bahkan secara terang-terangan membenarkan dua nama besar tersebut saat dicecar wartawan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

“Itu dua (perusahaan), betul,” kata Purbaya.