Pekanbaru, elaeis.co - Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau mencatat program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) hingga 2023 ini sudah terealisasi seluas 36.140 hektar di Bumi Lancang Kuning. Sementara untuk rekomtek tahun ini sudah tercatat sebanyak 4.190 hektar.
Kepala Dinbun Riau, Zulfadli, menjelaskan program PSR yang digawangi oleh BPDPKS itu baru berjalan sekitar 30% di Riau. Sebab sedikitnya ada 42.000 hektar kebun masyarakat yang sudah masuk usia untuk diremajakan.
"Kita saat ini juga tengah upayakan untuk percepatan PSR ini," ujarnya kepada elaeis.co, Sabtu (23/9).
Ceritanya, target Disbun Riau tahun ini mencapai 10.500 hektar. Namun pemerintah pusat meminta target tersebut dinaikan hingga menjadi 20.000 hektar.
"Saat ini yang sudah rekomtek baru 4.190 hektar, di mana 1.677 diusulkan petani lewat jalur mitra dan selebihnya lewat jalus kedinasan," paparnya.
Zulfadli tak menampik bahwa realisasi program PSR itu sempat terhambat di Riau. Namun dengan terbitnya Permentan nomor 19 tahun 2023 yang menghapus persyaratan harus bebas dari lahan gambut sangat membantu petani dalam pengusulan. Regulasi itu ia nilai efisien untuk meningkatkan luasan PSR di Riau.
"Program ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan produksi kebun masyarakat. Sehingga kesejahteraan petani akan semakin terjamin. Namun terdapat beberapa faktor yang membuat minat petani kurang untuk mangajukan PSR. Kita berharap adanya beberapa regulasi baru akan meningkatkan minat PSR ini," tandasnya.
Sudah Diterbitkan 4.190 Rekomtek untuk Program PSR di Riau Tahun Ini
Diskusi pembaca untuk berita ini