Pekanbaru, elaeis.co - Workshop  Batik Kelapa sawit hari ini Selasa (21/4) digelar di Kota Pekanbaru. Gelaran yang sebelumnya sempat sukses digelar di Kota Dumai pada 20 November 2025 ini menyuguhkan peluang usaha baru yang berbahan dasar turunan kelapa sawit.

Tak tanggung- tanggung, gelaran yang ditaja oleh Elaeis Media Group bekerja sama dengan Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) ini diikuti oleh puluhan peserta yang datang dari berbagai kabupaten di provinsi Riau. Seperti dari Pekanbaru, Pelalawan, Bengkalis, bahkan dari Kepulauan Meranti.

CEO Elaeis Media Group, Abdul Aziz menjelaskan kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan yang sebelumnya telah dilaksanakan di wilayah Dumai tahun 2025 lalu. Ini merupakan bukti bahwa EMG terus komitmen mendukung keberlanjutan hilirisasi kelapa sawit terutama dari sisi UMKM dengan batik berbasis kelapa sawit.

"Batik merupakan produk UMKM yang memiliki pasar yang cukup luas, sementara batik sawit adalah varian baru dan dapat pula menjadi peluang usaha baru bagi pelaku UMKM," ujar Abdul Aziz dalam gelaran yang dilaksanakan di gedung Dekranasda Kota Pekanbaru, Selasa (21/4).

Dijelaskannya, Riau menjadi lokasi digelarnya Workshop Batik Sawit ini lantaran bahan dasar pembuatan batik bermalam sawit sangat berlimpah. Bahan malam ini adalah stearin yang biasanya dihasilkan oleh perusahaan pengolahan buah kelapa sawit.

"Bahan baku membuat malam kelapa sawit adalah stearin. Ini produk sangat mudah didapatkan di wilayah Riau lantaran Bumi Lancang Kuning ini memiliki kebun kelapa sawit terluas di Nusantara. Bahkan tiap tahunnya ada 10 juta ton di produksi di Riau," bebernya.

Pihaknya berharap gelaran ini dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan para peserta yang notabenenya adalah para pelaku UMKM. Kemudian juga menjadi varian baru dalam produk yang di produksi pelaku usaha.

"Ini peluang usaha yang sangat bagus, karena pasar batik terus berkembang," imbuhnya.

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Helmi Muhansyah yang hadir melalui virtual zoom menambahkan, gelaran Workshop dan Praktek Produksi Batik Sawit merupakan kegiatan positif yang turut membantu menambah wawasan para pelaku UMKM dan menumbuhkan motivasi di dunia UMKM.

Ia menilai inovasi ini sejalan dengan upaya memperluas pemanfaatan sawit. 

"Kami ingin daerah penghasil sawit seperti Riau tidak hanya menghasilkan CPO, tapi juga melahirkan produk turunan bernilai tambah seperti malam batik sawit," imbuhnya lagi.

Menurut Helmi, pengembangan produk kreatif berbasis sawit dapat menjadi pintu masuk bagi UMKM untuk berkembang di pasar yang lebih luas.

Itulah makanya BPDP kata Helmi, terus mendorong kerajinan dan produk UMKM berbasis limbah/produk sampingan komoditas dan inkubasi bisnis UMKm perkebunan agar kian berkembang.

"Kita siap support untuk mengembangkan Riau menjadi nomor satu dalam UMKM berbasis sawit," jelasnya.

Kemudian Sementara Kepala Dinas Perkebunan Riau, Supriadi Workshop dan Praktek Produksi Batik Sawit yang digelar EMG ini dapat berkontribusi besar untuk menghadirkan pilihan produk UMKM berbahan dasar kelapa sawit. Dimana saat ini sudah ada 179 produk turunan sawit yang telah memenuhi kebutuhan masyarakat sehari-hari.

"Kita sangat apresiasi ada pelatihan begini. Sebab sampai saat ini bukan turunannya saja, masih banyak masyarakat yang juga tidak tahu batang pohon sawit," bebernya.

Menurutnya, banyak hal yang bisa digali dari kelapa sawit, layaknya pohon kelapa. Jadi, Supriadi menilai ini adalah langkah besar untuk membuat ekonomi UMKM berkembang lebih maksimal.

"Jika ada yang produksi, selesai batik sawitnya silahkan diantar ke dinas perkebunan. Saya akan meminta seluruh struktural memakai batik berbahan sawit. Ini bentuk support kita untuk kelapa sawit berkelanjutan," singkatnya.

Selain bekerjasama dengan Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) kegiatan ini juga disponsori Dekranasda Kota Pekanbaru, PTPN IV, API, APR, Grand Suka Hotel, Astutik, Nusantara Mandiri Printing dan Koperasi Mahligai Mayang Riau. Dimana sepanjang kegiatan, peserta dapat berdiskusi interaktif bersama tiga narasumber yang berpengalaman di bidang batik. Mereka adalah Miftahudin Nur Ihsan yang merupakan Ketua Umum Paguyuban Batik sawit, Rizky Junianto dari Smart Batik Yogyakarta dan Andiny Yuliani yang merupakan salah satu desainer di Kota Bertuah.