Berau, elaeis.co - Tidak sedikit petani kelapa sawit di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim) kini tengah bimbang lantaran kebun kelapa sawitnya tidak berproduksi dengan baik. Hal ini dilatarbelakangi pemilihan bibit yang tidak berkualitas.
Diceritakan Ketua Apkasindo Berau, M.Yusuf Sam kondisi itu hampir terjadi disetiap kecamatan yang ada di Kabupaten Berau itu. Dimana banyak kelompok tani yang mendatangi Apkasindo Berau untuk berdiskusi menyelesaikan permasalahan tersebut.
"Kebun kelapa sawit di Berau ini masih tergolong baru. Dimana usia tanaman saat ini baru 8-10 tahun. Artinya, seharusnya kebun sawit masih pada usia produktif. Sayangnya, banyak petani yang justru salah memilih bibit saat pembangunan awal," ujarnya kepada elaeis.co, Selasa (12/5).
Dengan pemilihan bibit yang salah tadi, lanjut Yusuf, membuat petani justru merugi lantaran tidak dapat menikmati hasil sesuai dengan yang diharapkan. Perkiraan Yusuf, dulu petani tergiur dengan tawaran harga bibit yang murah saat pembangunan awal.
"Sampai saat ini petani bergantian mengadukan nasibnya ke Apkasindo Berau. Mereka berharap dapat mengikuti program PSR," ujarnya.
Sebagai perpanjangan tangan petani kelapa sawit, Apkasindo Berau telah berkomunikasi dengan pihak pemerintah yakni lewat Dinas Perkebunan Berau. Sebab kondisi ini dinilai penting terutama bagi kesejahteraan petani. Pasalnya kebun sawit tersebut merupakan petani menggantungkan hidupnya.
"Sebetulnya petani dilema saat ini. Karena jika diremajakan mata pencaharian hilang selama proses peremajaan. Disisi lain jika tidak diremajakan maka berdampak pula dengan ekonomi jangka panjang petani. Jadi mereka bimbang, apalagi jika biaya mandiri," bebernya.
"Kita akan konsultasi dengan pimpinan pusat dan tentu juga akan koordinasi dengan BPDP untuk program PSR tadi," imbuhnya.
Salah Pilih Bibit, Tak Sedikit Petani Sawit di Berau Merugi
Diskusi pembaca untuk berita ini