Selain itu, sambungnya lagi, saat ini sedang dikaji pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang akan diusulkan untuk dipensiundinikan atau early retirement dengan didanai melalui skema Just Energy Transition Partnership (JETP).

Melalui JETP, kata dia, Indonesia telah mendapatkan komitmen dukungan pendanaan senilai USD21,6 miliar yang merupakan hasil dari KTT G20 Indonesia Tahun 2022.

“Indonesia bersama Jepang menjadi bidan kelahiran Asia Zero Emission Community (AZEC). Dan dalam AZEC itu chair dan co-chairnya dari pihak Jepang dan Indonesia, dan saya menjadi chair dan co-chair dari AZEC ini," ungkapnya. 

Kata Airlangga Hartarto, pada pekan lalu AZEC tuntas menggelar pertemuan kedua tingkat menteri atau second ministerial meeting di Jakarta. 

"Dan tentunya ini menjadi pemilih, kurator dari proyek-proyek. Di dalam kurator kemarin seluruhnya kita sudah melihat ada 78 proyek transisi energi dari berbagai negara Asia," ujarnya. 

"Dan 34 proyeknya itu berasal dari Indonesia. Jadi kita berharap 34 proyek ini bisa mendapatkan dana JETP melalui AZEC,” ujar Menko Airlangga.

Kemudian, paparnya lagi, Indonesia juga akan mengembangkan tenaga air atai hydro energy yang diharapkan bisa mencapai total kapasitas mendekati 10 gigawatt.

Airlangga mengatakan semua itu tentu membutuhkan dukungan dari semua pihak, termasuk dari PII sebagai sumber daya manusia (SDM).