Pasirpangaraian, elaeis.co - Abdul Karim (38), warga Desa Rambah Tengah Hilir, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, seolah kehilangan semangat. Penyebabnya adalah Jalan Batako yang biasa dilewati menuju kebunnya, kondisinya rusak parah.

Tapi untuk menghindari kerugian dan rusaknya tanaman, Karim terpaksa melakukan panen sawit sesuai jadwal. Karena jalan tak bisa dilewati akibat lumpur tebal di musim hujan, dia mengubah rute langsiran buah sawitnya menggunakan getek atau perahu untuk menyeberangi sungai.

Meski jaraknya jauh, transportasi dengan getek itu menjadi satu-satunya solusi agar hasil kebunya bisa dijual kepada toke sawit. ”Mau bagaimana lagi, kalau melalui jalan yang bisanya sudah tak bisa, semua jalan sudah rusak parah. Sulit untuk mengungkapkannya,” ungkapnya, kemarin.

Menurutnya, sudah 2 bulan terakhir kondisi jalan Batako rusak parah tanpa ada perbaikan dari pemerintah setempat. Karena tidak bisa dilalui, petani sawit di kawasan itu terpaksa melalui jalur getek yang jaraknya sekitar 2 kilometer. "Padahal kalau waktu jalan bagus, jaraknya hanya 1 kilometer saja,” ucapnya.

Ia meminta pemerintah daerah segera memperhatikan kondisi jalan saat ini agar hasil produksi kebun petani mudah dikeluarkan. “Mohonlah pemerintah tanggap, agar jalan ini segera diperbaiki,” harapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Rokan Hulu, Anton ST, tidak membantah banyaknya jalan yang rusak di musim hujan saat ini. Ia mengklaim, bahwa pihaknya sudah melakukan upaya yang terbaik agar jalan kabupaten tersebut bisa dilalui warga, khususnya para petani.

“Bukan kita tidak respon keluhan warga. Buktinya saat ini kita masih melakukan tahap pekerjaan di ruas-ruas jalan yang rusak di setiap desa. Karena dari data sementara, jalan yang rusak parah itu mencapai 20 persen. Semua kemampuan yang dimiliki oleh PUPR sudah dikerahkan agar jalan yang rusak bisa dilalui,” jelasnya.

Anton menyebut, saat ini pihaknya sedang fokus terhadap perbaikan jalan yang kondisinya rusak parah agar bisa dilalui dan hasil panen milik warga bisa dikeluarkan.

“Saat ini pihak kita sedang bekerja di beberapa titik, yaitu perbaikan jalan menuju Sempurna Alam, Jalan Lingkar Boter, Pasir Jaya dan Pasir Maju. Intinya, kita berupaya agar jalan yang rusak parah bisa dilalui oleh warga,” sebutnya.

“Meski cuaca tak menentu, kita tetap fokus untuk memperbaiki ruas jalan yang rusak parah itu. Kita juga berharap masyarakat bisa bersabar,” tambahnya.