Bagi Maruli, bukan berarti isu lingkungan diabaikan. Justru, menurutnya, solusi harus dicari lewat penguatan regulasi pengelolaan lahan dan peningkatan produktivitas sawit rakyat, bukan dengan melarang penanaman baru.

“Kalau ada masalah lingkungan, benahi tata kelolanya, perketat aturan, dorong produktivitas. Jangan malah mematikan ekspansi yang legal dan terukur. Itu sama saja kita memberi karpet merah pada pesaing,” tutupnya.

Kini, bola ada di tangan pemerintah. Apakah tetap bersikeras mempertahankan moratorium atau meninjau ulang kebijakan yang dinilai banyak pihak bisa menjadi blunder fatal. 

Sebab, jika salah langkah, Indonesia bukan hanya kehilangan lahan baru, tapi juga bisa kehilangan pasar dunia yang sudah susah payah diraih selama puluhan tahun.