Pelalawan, elaeis.co - Koperasi Unit Desa (KUD) Bakti yang berdiri di Desa Trimulya Jaya usulkan bantuan sarana dan prasarana (Sarpras) sebesar Rp13 miliar. Usulan sarpras kepada Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) itu diajukan berupa pupuk dan herbisida.

"Usulan ini dilatar belakangi kebutuhan pupuk untuk kebun kelapa sawit kita. Memang harga pupuk dan herbisida cukup tinggi sampai saat ini," ujar ketua KUD Bakti M Yusuf Subkhi kepada elaeis.co, Kamis (28/5).

Diterangkan Yusuf, salah satu persyaratan untuk mengajukan bantuan sarpras tadi adalah telah terlaksananya program PSR pada kebun yang dikelola koperasinya. Sementara cerita Yusuf, dari total 448 hektar ada 380 hektar yang sudah diremajakan. Bahkan saat ini usianya sudah menginjak usia lima tahun.

"Jadi kebun kita sudah produksi sejak dua terakhir ini," terangnya.

Saat ini kebun tersebut  sudah dapat menghasilkan 1,5-2 ton buah kelapa sawit dalam sekali panen. Dengan begitu penghasilan petani rata-rata sudah 7-11 juta.

Pihaknya bersyukur penghasilan petani kembali meningkat usai dilakukan peremajaan. Sayangnya produksi beberapa waktu belakangan ini kebun justru mengalami  penurunan 10-12%. 

"Harapan kita usulan sarpras ini mendapat persetujuan dari BPDP. Sehingga membantu kami untuk meningkatkan dan melakukan perawatan terhadap kebun kelapa sawit kita," tandasnya.