Jakarta, elaeis.co - Belakangan ini ramai terkait adanya produk makanan jenis cokelat yang dilabeli dengan kata 'Bebas Minyak Kelapa Sawit'. Perihal ini tentu mendapat sorotan tajam dari para pelaku usaha kelapa sawit.
Tidak terkecuali Apkasindo Perjuangan yang juga menilai tindakan itu menyalahi aturan yang ada. Dimana dinilai telah menjatuhkan derajat salah satu komoditi andalan di Indonesia.
Sekertaris Jenderal DPP Apkasindo Perjuangan, A. Sulaiman H Andi Loeloe mengatakan penggunaan minyak kelapa sawit dalam produk makanan memang belum lama terjadi. Dimana minyak kelapa sawit dipilih lantaran harga lebih terjangkau dengan rasa yang tidak kalah dengan minyak nabati lain.
"Dulu cokelat memang menggunakan minyak lemak kakau namun sekarang sudah banyak beralih dengan menambahkan minyak kelapa sawit. Meski begitu tidak dibenarkan pula dengan melabeli sebuah produk makanan dengan kalimat bebas minyak kelapa sawit seperti yang terjadi belakangan ini," ujarnya kepada elaeis.co, Kamis (4/1).
Menurut Sulaiman, tidak ada salahnya jika produsen makanan tidak menggunakan minyak kelapa sawit. Namun, tidak menggaris bawahi dengan melabeli produk itu dengan kalimat bebas minyak kelapa sawit.
Jika sudah begitu, lanjut Sulaiman, tentu muncul indikasi adanya niat untuk menjatuhkan salah satu komoditi yang ada di Indonesia, atau tendensi terhadap salah komoditi sawit.
"Ini melanggar aturan dan tentu tidak etis. Masalah apakah ini bentuk kampanye negatif terhadap kelapa sawit, nanti pemerintah yang harusnya menelusuri," jelasnya.
"Harapan kita pemerintah harus lebih jeli dan sigap sehingga tidak ada lagi produk makanan yang menyalahi aturan. Terlebih lagi kelapa sawit adalah komoditi penyumbang devisa negara terbesar di Indonesia," imbuhnya.
Kalimat Bebas Minyak Sawit Dalam Produk Makanan Menyalahi Aturan
Diskusi pembaca untuk berita ini