Limapuluh Kota, elaeis.co - Buah durian datang memberi harapan baru bagi para petani di sejumlah nagari dalam Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar); menyusul setelah sejumlah komoditas perkebunan yang selama ini menjadi andalan harganya tidak pernah kunjung naik di pasaran.
"Bisa untuk pemenuhan kebutuhan di luar kebutuhan pokok." ujar Safrul, petani durian di salah satu nagari di Limapuluh, kepada elaeis.co, Sabtu (4/2/2023).
Dikatakan Safrul, dengan hanya memiliki 12 batang durian warisan orangtua yang lumayan jauh dari perkampungan, bila musim berbuah datang, ia bisa meraup pendapatan dalam hitungan ratusan ribu setiap hari.
"Ini dari hasil penjualan buah durian,"kata Ijar, menunjuk sepeda motor matiks merek Beat baru yang terparkir di halaman rumahnya.
Safrul juga tidak menampik perbaikan rumah permanen yang dihuninya banyak disumbangkan oleh buah durian. Termasuk menyekolahkan anak semata wayangnya ke jenjang perguruan tinggi.
Nurma, petani yang hanya memiliki lima batang durian yang tidak jauh dari rumahnya, juga mengatakan hal yang sama. "Sangat membantu," katanya.
Dari lima batang itu, menurut Nurma, kalau setiap hari rata-rata mendapatkan buah durian yang sudah matang sebanyak 10 buah, penghasilan hampir Rp150.000 sudah di tangan.
Buah durian di nagari itu dijual paling murah Rp10.000 untuk ukuran kecil, sedangkan untuk ukuran besar dihargai sampai Rp25.000 buah.
Buah durian yang jatuh dari pohon karena sudah masak itu, untuk kemudian dibeli oleh pedagang pengumpul yang langsung mendatangi kebun atau rumah penduduk untuk mendapatkan barang dagangan.
Selain dilempar ke Pekanbaru, ibukota Provinsi Riau, oleh para pedagang pengumpul buah durian itu dijual di sisi jalan negara Sumbar-Riau yang melintasi nagari itu.
Buah durian banyak menolong perekonomian masyarakat setempat. Terutama setelah dua komoditas perkebunan yang selama ini menjadi andalan, yaitu karet dan gambir, harganya tidak kunjung membaik di pasaran.
Harga Komoditas Andalan Tak Kunjung Bergerak Naik, Durian Memberi Harapan Baru
Diskusi pembaca untuk berita ini