Kalbar, Elaeis.co - Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Heronimus Hero,
mengutarakan saat ini pihaknya tengah optimalkan penerimaan Pajak Air Permukaan (PAP) dari sektor perkebunan. Diharapkan langkah ini turut berkontribusi untuk menggerakkan perekonomian daerah.
"Ini akan kita optimalkan di seluruh wilayah Kalbar. Dimana kita hadirkan pendampingan dan berkuat koordinasi," terangnya kepada elaeis.co, Jumat (24/3).
Salah satu fokus penerimaan PAP adalah perkebunan kelapa sawit. Dimana Kalbar memiliki kebun kelapa sawit yang cukup luas. Dari catatannya saja untuk kebun yang dikelola perusahaan swasta sebesar 1,4 juta hektar. Lalu kebun mandiri 534 ribu hektar. Sisanya perkebunan negara ada 28 ribu hektar.
"Karena air merupakan sumber daya alam milik bersama, maka akan dikenakan pajak jika dikomersilkan. Nah kita berharap perusahaan kelapa sawit komitmen dalam pembayaran pajak ini," paparnya.
Ia menambahkan, ada 368 izin perusahaan perkebunan kelapa sawit. Mayoritas berpotensi mengolah CPO sendiri. Ini didukung dengan 126 pabrik dengan berbagai kapasitas.
"Maka ini menjadi peluang untuk optimalisasi PAP tadi untuk menggerakkan perekonomian daerah. Bukan hanya kelapa sawit, kita juga akan optimalisasi di sektor perkebunan karet dan lainnya," tandasnya.
Gerakkan Ekonomi Daerah, Pemprov Kalbar Optimalkan PAP
Diskusi pembaca untuk berita ini