Pontianak, elaeis.co - Aspek-PIR Kalimantan Barat (Kalbar) menyatakan mendukung penyediaan benih unggul dalam aplikasi BaBe-Bun karena dinilai akan memudahkan petani untuk mendapatkan benih unggul dan bersertifikat.

"Kami selaku petani ikut saja program pemerintah, kalau legalitas benih sudah tepat," ujar Ketua Aspek-PIR Kalbar, YS Marjitan kepada elaeis.co, Selasa (1/8)

Meski begitu, Marjitan tak memungkiri bahwa Babe-Bun tidak dapat diakses oleh semua petani. Terutama petani yang berada di daerah pelosok dan sulit signal. Ia berharap pemerintah juga memikirkan kondisi ini agar layanan yang dihadirkan dalam program tersebut dapat dinikmati seluruh petani.

"Kalau kaitannya dengan PSR, program ini akan memudahkan. Terutama dalam keterjaminan benih unggul," tuturnya.

Ditanya apakah benih tidak terlalu berusia tua lantaran pengajuan PSR membutuhkan waktu yang cukup lama dengan segala persyaratannya, Marjitan mengatakan pasti ada solusi misalnya diarahkan kepada benih yang cocok jika rekomtek dalam PSR itu telah dilaksanakan.

"Pasti ada skedul progres kerjanya. Kan produsen benih ada ratusan, begitu juga produsen pembesaran. Mereka juga tidak akan mengeluarkan benih jika tidak ada kontrak bukti rekomtek tadi. Kecuali memang petani swadaya yang secara mandiri melakukan peremajaan," tuturnya.

Disamping itu Marjitan juga berharap agar pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap peredaran benih palsu. Sebab akan merugikan petani.

Sebelumnya, Direktur Perbenihan, Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan), Gunawan, memaparkan bahwa saat ini aplikasi Babe-Bun memiliki stok 11 juta batang bibit kelapa sawit bersertifikat dari 37 penangkar.

Sementara sejak diresmikan sudah ada 6 koperasi peserta PSR yang telah memesan sebanyak 60.000 batang bibit.

"Jumlah penangkar yang tergabung dalam aplikasi ini juga akan terus bertambah, seiring dengan semakin banyaknya produsen pembesaran yang mengajukan permohonan ke Babe-Bun PSR," ujarnya kepada media beberapa waktu lalu.

Diakuinya, petani sawit saat ini memiliki kemudahan dalam mengakses benih kelapa sawit melalui 19 produsen sumber benih kecambah yang menghasilkan 70 varietas benih unggul.

Tersedia juga 216 produsen benih pembesaran yang tersebar di seluruh Indonesia, sehingga petani peserta PSR tidak memiliki kesulitan dalam mendapatkan bibit sawit unggul.