Serdang Bedagai, elaeis.co -- Duta Besar Tanzania untuk Indonesia, Macocha Moshe Tembele, menegaskan bahwa pelepasan sumber daya genetik (SDG) kelapa sawit asal Tanzania bukan sekadar agenda ilmiah, melainkan simbol kolaborasi strategis antara Indonesia dan Tanzania dalam memperkuat masa depan industri pertanian dan perkebunan kedua negara.

Tembele menilai kerja sama pengembangan sumber daya genetik kelapa sawit menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas negara dapat menghadirkan solusi nyata bagi penguatan sektor pertanian. Menurutnya, Indonesia dan Tanzania memiliki visi bersama dalam mendorong inovasi dan keberlanjutan industri perkebunan.

“Hari ini kita tidak hanya melepas sumber daya genetik, tetapi juga merayakan ilmu pengetahuan dan kemitraan. Ini adalah kisah kolaborasi dua negara sahabat yang dipisahkan oleh Samudra Hindia, namun disatukan oleh tujuan bersama,” ujarnya saat menghadiri Pelepasan SDG kelapa sawit asal Tanzania yang digelar di Kebun Tanah Besih, Kecamatan Tebing Syahbandar, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Selasa, 5 Mei 2026.

Tembele juga menyoroti pentingnya kerja sama lintas negara sebagai solusi nyata dalam menghadapi tantangan global. Ia menegaskan bahwa inovasi akan berkembang melalui pertukaran ide, sumber daya, dan keahlian antarnegara. “Kerja sama bukan sekadar slogan diplomatik, tetapi alat nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak, termasuk Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Kementerian Pertanian, lembaga penelitian, pelaku usaha, serta Tanzania Agricultural Research Institute (TARI) dalam menyukseskan pelepasan SDG kelapa sawit. Menurutnya, pengalaman yang diperoleh peneliti Tanzania selama berada di Indonesia akan menjadi bekal penting dalam pengembangan industri kelapa sawit di negaranya.

Tembele berharap pelepasan SDG kelapa sawit yang turut dihadiri oleh jajaran GAPKI, Badan Pengelola Dana Perkebunan, Badan Karantina Indonesia, Balai Besar Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Sumatera Utara, serta 14 perusahaan mitra konsorsium plasma nutfah kelapa sawit Indonesia tersebut dapat memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan produktivitas serta menjadi bukti kekuatan kolaborasi global.-