Bengkulu, elaeis.co - Sebanyak 27 pekebun asal Kabupaten Bengkulu Utara dan 28 pekebun asal Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, mengikuti Pelatihan Teknik Pemetaan Lokasi Perkebunan Kelapa Sawit yang dilaksanakan oleh PT Daya Guna Lestari (DGL Learning Institute).
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026 melalui kolaborasi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, dan DGL Learning Institute.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan pemahaman mengenai dasar-dasar pemetaan lahan, pengenalan geospasial, pembuatan peta kerja, hingga perencanaan survei lahan. Materi tersebut kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung melalui kegiatan survei dan pemetaan di sekitar lokasi pelatihan.
Salah satu narasumber, Afan Ray Mahardika, mengatakan praktik langsung menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran karena peserta dapat melihat dan mencoba sendiri bagaimana proses pemetaan dilakukan, mulai dari tahap persiapan hingga menghasilkan sebuah peta.
“Peserta tidak hanya belajar konsep pemetaan di kelas. Setelah memahami dasarnya, mereka langsung mencoba bagaimana proses mapping dilakukan di lapangan, mulai dari menentukan area yang akan dipetakan, mengambil data menggunakan drone, sampai mengolah data tersebut menjadi peta,” ujarnya.
Menurut Afan, praktik tersebut juga membantu peserta memahami bahwa pemetaan bukan sekadar menghasilkan gambar atau peta. Lebih dari itu, data yang diperoleh dari lapangan harus mampu memberikan informasi mengenai kondisi suatu wilayah atau kebun.
Dalam praktiknya, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk melakukan simulasi pemetaan. Mereka mulai dengan menentukan area yang akan disurvei, melakukan penerbangan drone untuk memperoleh data, kemudian mengolah hasil pengambilan data tersebut hingga menjadi peta.
“Yang ingin kita bangun adalah pemahaman bahwa setiap peta memiliki proses. Ada data yang harus diambil dengan benar, kemudian diolah, baru setelah itu bisa menjadi informasi yang bisa digunakan. Jadi peserta memahami prosesnya dari awal, bukan hanya melihat hasil akhirnya,” jelasnya.
BPDP, Ditjenbun, dan DGL Ajak 55 Petani di Bengkulu Belajar Mapping Kebun hingga Buat Peta Sendiri
Diskusi pembaca untuk berita ini