Sumbar, elaeis.co - Jufri Nur, Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Petani Kelapa Sawit (Apkasindo) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), mengaku musim trek yang banyak dikeluhkan petani di sejumlah daerah di Indonesia, untuk kondisi di Sumbar tidak terlalu berpengaruh.

"Sepanjang pantauan saya (musim trek) tidak terlalu berpengaruh di sini," ujar Jufri kepada elaeis.co melalui sambungan telepon, Jumat (24/3).

Bahkan, menurut Jufri, trend produksi sawit di Sumbar malah terus menunjukkan gejala peningkatan. "Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung sampai November," ungkap Jufri.

"Puncaknya diperkirakan terjadi pada bulan Juni mendatang," sambungnya. Jufri memperkirakan, peningkatan angka produksi sampai menyentuh 30 persen.

Jufri juga menjelaskan, kalau pun terjadi penurunan produksi kelapa sawit, ia menduga bukan karena musim trek, tapi karena persoalan pupuk.

"Beberapa waktu lalu harga pupuk kan sempat mahal di pasaran," jelasnya.

Bersebab harga yang mahal itu, sambung Jufri, sejumlah petani ditengarai tidak melakukan pemupukan terhadap areal perkebubanannya, yang antara lain berdampak terhadap angka produksi yang mengalami penurunan.