Papua, elaeis.co - Albert Yoku selaku Ketua DPW Apkasindo Papua menyambut baik niat Pemerintah Provinsi Papua Barat yang menargetkan realisasi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) hingga 5.000 hektar.

"Ini akan sangat membantu petani. Tentu juga membantu negara mencapai target kelapa sawit berkelanjutan," ujarnya Albert, Senin (3/4).

Untuk diketahui, target 5.000 hektar kebun sawit tersebut seluruhnya adalah kebun milik petani plasma.

Disamping itu, Albert juga sangat apresiasi terkait rencana PalmCo dan SupportingCo. Dimana, menurutnya, ini adalah alangkah yang tepat meski cenderung terlambat di Papua 

Dari kaca mata Albert, tidak sulit bagi Holding PTPN mengerjakan itu, karena posisinya sebagai BUMN dan harus menjadi pemain utama dengan luas perkebunan 600-800 ribu hektar, belum lagi mitra petani.

"Di Keerom, ada potensi eks PTPN II seluas 12.010 hektar yang saat ini terlantar dan umur sawitnya sudah 35 tahun lebih dan kemaren pas datang Presiden Jokowi sudah dicanangkan supaya segera di PSR kan 3.000 hektar," ujarnya.

Jika bicara potensi, maka potensi kebun sawit di Papua cukup menjanjikan. Dimana terdapat kebun yang terdiri dari 2.506,38 hektar kebun inti, 3.600 hektar plasma, 5.710,50 hektar Kebun Kredit Koperasi Perkebunan untuk anggota (KKPA), sisanya, 193,6 lokasi pabrik dan fasilitas umum.

Menurutnya, kebun eks PTPN II ini harus disatukan kembali dengan pola inti-plasma sebagai SupportingCo melalui PSR, dan kebun ini potensi luar biasa untuk ditumpangsarikan dengan jagung.

“Saya berharap Presiden Jokowi mengunggulkan kebun eks PTPN II menjadi bagian utama dari rencana Sub-Holding (PalmCo dan SupportingCo) yang sudah dinanti-nanti oleh masyarakat Indonesia, terkhusus masyarakat Papua,” pintanya.