https://www.elaeis.co

CLOSE ADS
CLOSE ADS
Berita / Nasional /

UMKM Didorong Jadi Pemain Utama Hilirisasi Sawit

UMKM Didorong Jadi Pemain Utama Hilirisasi Sawit

Produk kebutuhan sehari-hari yang dihasilkan dari minyak sawit. foto: eco-chem


Jakarta, elaeis.co – Hilirisasi kelapa sawit kerap identik dengan industri besar. Namun, pemerintah menegaskan bahwa pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta koperasi memiliki peran penting dalam menggerakkan sektor ini. Bahkan, hilirisasi diyakini menjadi jalan bagi UMKM untuk naik kelas dan menembus pasar ekspor.

Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian Koperasi dan UKM, Bagus Rahman, menyebut bahwa hilirisasi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah sawit. Selama ini, ekspor mentah dinilai kurang menguntungkan, sementara produk hilir justru memiliki nilai ekonomi jauh lebih tinggi.

“Kelapa sawit bukan hanya milik industri besar, tetapi juga peluang besar bagi UMKM untuk naik kelas melalui ekspor produk turunan bernilai tambah,” ujarnya dalam keterangannya dikutip Rabu (20/8).

Menurut Bagus, penguatan hilirisasi dengan melibatkan UMKM dan koperasi mampu menciptakan distribusi ekonomi yang lebih merata. Dengan dukungan pemerintah, UMKM sawit diharapkan tidak hanya berperan dalam rantai produksi, tetapi juga menghasilkan inovasi produk turunan yang diminati pasar global.

Langkah nyata penguatan hilirisasi ditunjukkan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Lembaga ini meluncurkan katalog berisi 100 produk unggulan dari UMKM dan koperasi petani sawit. Produk-produk tersebut mencerminkan keragaman pemanfaatan sawit, mulai dari minyak sawit berkelanjutan, makanan dan minuman, produk perawatan diri, hingga pemanfaatan limbah menjadi kerajinan, pupuk organik, dan barang rumah tangga.

Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurachman, menegaskan pihaknya berkomitmen mendorong tumbuhnya UKMK sawit yang inovatif. “Kami ingin UMKM tidak hanya fokus pada produksi utama, tetapi juga berani memanfaatkan turunan dan limbah sawit menjadi produk bernilai tambah, ramah lingkungan, dan berdaya saing,” tegasnya.

Dengan hilirisasi, UMKM memiliki peluang lebih luas untuk masuk pasar ekspor sekaligus meningkatkan daya saing nasional. Tidak hanya menciptakan nilai tambah, hilirisasi juga membuka lapangan kerja, memperkuat rantai pasok, dan menjaga keberlanjutan industri sawit.

Bagus menekankan, pemerintah akan terus mengawal agar UMKM sawit mampu bertransformasi. “Hilirisasi adalah jalan bagi UMKM untuk naik kelas sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi lebih inklusif,” pungkasnya.

Ke depan, peran UMKM dalam hilirisasi sawit diharapkan semakin besar. Dari sekadar produsen bahan mentah, UMKM harus bisa tampil sebagai pemain utama yang menghadirkan inovasi, meningkatkan kualitas, dan membawa produk sawit Indonesia bersaing di pasar dunia.

 

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :