https://www.elaeis.co

CLOSE ADS
CLOSE ADS
Berita / Bisnis /

Saham LSIP Menguat di BEI, Valuasi Murah PER 4,26 Jadi Magnet Investor?

Saham LSIP Menguat di BEI, Valuasi Murah PER 4,26 Jadi Magnet Investor?


Jakarta, elaeis.co – Saham PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) kembali menunjukkan taringnya di lantai bursa. 

Dalam perdagangan terbaru di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (21/2), saham emiten perkebunan tersebut ditutup menguat ke level Rp1.200 per saham atau naik sekitar 0,42% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp1.195 per saham.

Berdasarkan data Google Finance, kenaikan ini mencerminkan tambahan Rp5 per saham dalam satu sesi perdagangan. Sepanjang hari, pergerakan saham LSIP tercatat fluktuatif di rentang Rp1.190 hingga Rp1.210 per saham.

Dalam perspektif jangka panjang, saham LSIP bergerak cukup dinamis. Selama satu tahun terakhir, harga sahamnya berada di kisaran Rp935 hingga Rp1.475 per saham. 

Rentang tersebut menunjukkan volatilitas sekaligus peluang yang cukup lebar bagi investor sektor agribisnis, khususnya komoditas kelapa sawit.

Dari sisi fundamental, LSIP mencatat kapitalisasi pasar sekitar Rp8,18 triliun. Rata-rata volume transaksi hariannya mencapai 10,57 juta lembar saham, mencerminkan likuiditas yang relatif aktif di pasar.

Menariknya, rasio harga terhadap laba atau price to earnings ratio (PER) LSIP tercatat sebesar 4,26. Angka ini tergolong kompetitif di sektor perkebunan, bahkan dinilai cukup rendah dibandingkan sejumlah emiten lain di sektor agribisnis. 

Selain itu, tingkat imbal hasil dividen (dividend yield) berada di kisaran 5,42%, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi investor pemburu dividen.

Kombinasi valuasi yang relatif murah dan potensi pembagian dividen stabil membuat saham LSIP dinilai masih menarik untuk dicermati pelaku pasar.

Penguatan saham LSIP tidak terlepas dari sentimen sektor perkebunan yang cenderung positif. 

Stabilnya harga crude palm oil (CPO) di pasar global menjadi salah satu faktor penopang optimisme investor terhadap emiten berbasis kelapa sawit.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dan pengolahan kelapa sawit, kinerja LSIP sangat dipengaruhi oleh dinamika harga komoditas global. 

Ketika harga CPO stabil atau menguat, margin perusahaan berpotensi terdongkrak, yang pada akhirnya tercermin dalam kinerja keuangan dan pergerakan saham.

Analis pasar menilai, sektor sawit masih memiliki prospek jangka menengah yang cukup solid, terutama di tengah permintaan global terhadap minyak nabati untuk kebutuhan pangan dan energi.

Kenaikan saham LSIP ini memunculkan spekulasi bahwa saham-saham sektor perkebunan mulai kembali dilirik investor. 

Dengan valuasi yang relatif terjangkau dan potensi dividen menarik, emiten sawit berpotensi menjadi alternatif investasi di tengah dinamika pasar saham yang fluktuatif.

Namun demikian, investor tetap diimbau untuk mencermati risiko eksternal seperti kebijakan perdagangan internasional, regulasi lingkungan, hingga pergerakan harga komoditas global yang bisa mempengaruhi kinerja sektor ini.

Penguatan LSIP ke level Rp1.200 per saham menjadi sinyal bahwa pasar masih menaruh kepercayaan pada fundamental perusahaan dan prospek industri sawit nasional.

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :