https://www.elaeis.co

Berita / Sumatera /

Petani Kelapa Sawit Desak Perbaikan Dua Jembatan Rusak di Seluma

Petani Kelapa Sawit Desak Perbaikan Dua Jembatan Rusak di Seluma

Kondisi jembatan di Kecamatan Lubuk Sandi, Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu. Foto: IST.


Bengkulu, Elaeis.co - Petani kelapa sawit di Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, mendesak Pemerintah Daerah untuk segera memperbaiki dua jembatan yang rusak di Kecamatan Lubuk Sandi. Sebab jembatan-jembatan tersebut menjadi infrastruktur vital bagi akses petani dan masyarakat sekitar. 

Ketua DPRD Seluma, Nofi Eriyan Andesca menegaskan, komitmen untuk memperbaiki jembatan tersebut dalam tahun ini. Hal itu sejalan dengan tuntutan petani sawit dan masyarakat di daerah tersebut.
"Ada dua unit jembatan yang rusak parah di Kecamatan Lubuk Sandi. Nah dua jembatan ini kami pastikan akan dibangun tahun ini. Menggunakan anggaran APBD Seluma. Karena anggarannya sudah kami setujui," kata Nofi, Senin 8 April 2024.

Baca Juga: La Nina Ancam Produktivitas Sawit di Bengkulu

Ia mengaku, dua jembatan yang akan diperbaiki pada tahun ini yakni jembatan gantung di Desa Cawang dan jembatan penghubung dari Desa Arang Sapat menuju Desa Cawang. Hal itu dilakukan mengingat kondisi kedua jembatan sudah cukup memprihatinkan. Bahkan lantai jembatan yang terbuat dari kayu sudah lapuk dan patah, menimbulkan ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan terutama angkutan TBS kelapa sawit.
"Sesuai dengan visi dan misi Bupati Seluma, saya meminta agar jembatan ini dalam waktu dekat diperbaiki. Supaya tidak ada korban jiwa yang timbul akibat lantai jembatan yang rusak," tambah Nofi.

Baca Juga: Banjir Terjang Rumah Petani Sawit di Bengkulu

Meskipun sebelumnya direncanakan pembiayaan untuk perbaikan jembatan sebesar Rp150 juta melalui APBD Seluma 2023, namun hingga saat ini belum ada tindakan nyata. Petani dan masyarakat menunggu dengan harapan agar pengerjaan rehab jembatan segera dilaksanakan.
"Kedua jembatan gantung itu merupakan akses utama satu-satunya menuju Desa Cawang. Kondisi rusaknya jembatan ini telah menghambat aktivitas petani sawit dan masyarakat setempat serta distribusi hasil perkebunan. Karena itu, perbaikan jembatan menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani," ujar Sahrino, Petani Sawit di daerah tersebut.

Ia menambahkan, perbaikan infrastruktur jembatan tersebut bukan hanya sekadar kebutuhan, tapi juga menyangkut keselamatan masyarakat. Pihaknya berharap Pemerintah Daerah dapat segera bertindak untuk memperbaiki jembatan-jembatan tersebut.
"Pemulihan infrastruktur ini bukan hanya sekadar kebutuhan, tapi juga menyangkut keselamatan masyarakat. Kami berharap Pemerintah Daerah dapat segera bertindak untuk memperbaiki jembatan-jembatan ini," tambah Sahroni.

Sahroni berharap, dengan perbaikan jembatan yang memadai, diharapkan akses transportasi dan distribusi hasil perkebunan kelapa sawit dapat kembali lancar. Hal ini akan berdampak positif bagi perekonomian daerah serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Seluma secara keseluruhan.
"Semoga perbaikan jembatan bisa berdampak positif bagi perekonomian daerah," pungkasnya.


 

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :