https://www.elaeis.co

CLOSE ADS
CLOSE ADS
Berita / Sulawesi /

Mahasiswa UM Kendari Hijaukan Lahan Eks Tambang Pakai Pupuk POC dari Limbah Sawit

Mahasiswa UM Kendari Hijaukan Lahan Eks Tambang Pakai Pupuk POC dari Limbah Sawit

Tim Mahasiswa PKM-PM Universitas Muhammadiyah Kendari bersama warga Desa Molore. Foto: Humas UM Kendari


Kendari, elaeis.co – Lahan bekas tambang yang selama ini identik dengan tanah tandus dan sulit ditanami, kini mulai memberikan harapan baru. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kendari (UM Kendari) membuktikan bahwa dengan sentuhan teknologi tepat guna, lahan marginal bisa kembali produktif, bahkan menghasilkan komoditas bernilai ekonomi tinggi.

Lewat Program Kreativitas Mahasiswa – Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM), kelompok mahasiswa yang diketuai Fitra Oktaviani mengembangkan budidaya jambu kristal di lahan bekas tambang Desa Molore, Kecamatan Langikima, Kabupaten Konawe Utara. Keunikan program ini terletak pada penggunaan pupuk organik cair (POC) berbasis limbah kelapa sawit sebagai pengganti pupuk kimia.

Fitra menjelaskan, pupuk organik cair hasil olahan limbah sawit memiliki kandungan unsur hara yang dapat memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kesuburan. Teknologi ini sekaligus menjadi solusi ramah lingkungan untuk mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia.

“Kami ingin membuktikan bahwa lahan marginal pasca tambang masih bisa dioptimalkan untuk komoditas bernilai ekonomi tinggi jika dikelola dengan teknologi tepat guna,” ujarnya, Kamis (14/8).

Tak hanya menanam, tim PKM-PM juga melakukan pelatihan teknis budidaya, pembuatan POC, aplikasi pupuk, hingga pendampingan manajemen agribisnis. Mitra kegiatan adalah Karang Taruna Sinar Harapan yang diketuai Arfin, dengan fokus memberdayakan pemuda desa agar lebih terampil mengelola lahan pasca tambang.

Arfin menilai, jambu kristal memiliki peluang besar menjadi komoditas unggulan Desa Molore jika dikelola berkelanjutan. Tanaman ini dikenal adaptif terhadap berbagai kondisi lahan, termasuk tanah pasca tambang yang telah diolah dengan pupuk organik.

“Program ini sejalan dengan upaya desa membuka peluang usaha baru. Jambu kristal bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi warga,” kata Arfin.

Dosen pembimbing program sekaligus Wakil Rektor I UM Kendari, Dr. Ahmad Muhlis Nuryadi, mengungkapkan bahwa pemanfaatan limbah pengolahan kelapa sawit untuk budidaya jambu kristal memberi manfaat ganda yaitu meningkatkan ekonomi sekaligus menjaga kualitas lingkungan.

“Harapannya, ke depan program ini dapat menjadi alternatif rehabilitasi lahan bekas tambang untuk memulihkan dan mengembalikan fungsi ekosistem,” ujarnya.

Selain memperbaiki ekosistem, program ini juga mengurangi dampak negatif dari aktivitas tambang, seperti erosi, kerusakan vegetasi, dan penurunan kualitas tanah. Dengan demikian, lahan tidak hanya kembali hijau, tetapi juga menghasilkan nilai tambah secara ekonomi. 

Program budidaya jambu kristal dengan pupuk organik cair limbah sawit di Desa Molore ini dibiayai oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2025.

Kegiatan ini menjadi contoh konkret bagaimana teknologi tepat guna berbasis limbah sawit dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan lahan pasca tambang. Dengan keberhasilan awal ini, Desa Molore berpeluang menjadi model percontohan rehabilitasi lahan di wilayah lain yang memiliki kondisi serupa.

 

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :