Berita / Sulawesi /

Evaluasi, Komisaris Independen Cek Sejumlah Unit Kerja PTPN XIV di Sulsel dan Sultra

Evaluasi, Komisaris Independen Cek Sejumlah Unit Kerja PTPN XIV di Sulsel dan Sultra

Komisaris Independen PTPN XIV Frono Jiwo bersama karyawan di sela kunjungan ke unit kerja PTPN XIV. foto: dok. PTPN XIV


Jakarta, elaeis.co - Komisaris Independen PT Perkebunan Nusantara XIV (PTPN XIV) Frono Jiwo didampingi Sekretaris Dewan Komisaris PTPN XIV Andi Bahraen Baso berkeliling ke unit-unit kerja PTPN XIV di Sulawesi Selatan (sulsel) dan Sulawesi Tenggara (sultra). Kunjungan itu berlangsung selama satu minggu.

Untuk komoditas karet, unit kerja yang didatangi yakni Unit Kebun Beteleme di Kabupaten Morowali Utara. Sedangkan untuk komoditas sawit, unit kerja yang dikunjungi diantaranya Unit Kebun Keera-Maroangin di Kabupaten Wajo, Unit Kebun Luwu I di Burau, Kabupaten Luwu Timur, Unit Kebun Luwu II di Malili, Luwu Timur, Unit Kebun Asera di Kabupaten Konawe Utara, serta Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Luwu di Burau, Luwu Timur.

Bahraen mengatakan, kunjungan itu bertujuan untuk melihat dan mendengarkan secara langsung kendala-kendala yang dihadapi setiap unit kerja seperti pemeliharaan tanaman, perbaikan jalan kebun, penanggulangan hama, dan sebagainya, serta bagaimana cara mengatasinya.

"Dalam melakukan kegiatan operasionalnya, setiap unit kebun terkadang memiliki kendala tersendiri. Dan seiring waktu, setiap unit pasti mempunyai terobosan untuk solusinya. Jadi kami datang ke unit-unit untuk mendengarkan berbagai terobosan yang telah dilakukan dalam menghadapi berbagai permasalahan yang sedang dihadapi saat ini,” jelasnya dalam keterangan resmi dikutip Sabtu (25/11).

Dalam kunjungan tersebut, Frono membandingkan strategi operasional setiap unit sehingga inovasi terbaik bisa diadopsi dan diterapkan di unit kebun lainnya agar produktivitas dapat terus ditingkatkan. Misalnya pada Unit Kebun Luwu II, dalam menanggulangi maraknya pencurian Tandan Buah Segar (TBS), unit kerja tidak sekedar mengandalkan tenaga pengaman yang dimiliki akan tetapi akan melibatkan pihak TNI/Polri.

“Mereka juga berencana untuk melibatkan seluruh stakeholder di sekitar kebun untuk bersama-sama menanggulangi hama tikus dengan menebar racun secara bersamaan. Hal tersebut tentu diharapkan dapat diterapkan pada unit-unit kebun lain yang menghadapi kendala serupa,” ungkapnya.

“Pemeliharaan serangga untuk meningkatkan produksi juga perlu diterapkan, serangga dapat membantu penyerbukan di kelapa sawit,” tambahnya.

Frono juga memberi apresiasi ke setiap unit yang telah dikunjunginya terkait kondisi kebun secara umum yang sudah cukup baik dan pencapaian produksi TBS yang mencapai target bahkan ada yang melebihi target.

“PKS secara umum kondisinya sudah cukup baik dan siap mengolah TBS dengan baik. Kebun karet di Beteleme juga telah melakukan penyadapan maksimal dan tahun 2024 rencananya akan dilakukan konversi menjadi sawit,” ucapnya.


 

Komentar Via Facebook :