https://www.elaeis.co

Berita / Sumatera /

Cegah DBD, Petani Sawit Diminta Pakai Losion Anti Nyamuk

Cegah DBD, Petani Sawit Diminta Pakai Losion Anti Nyamuk

Nyamuk penyebab DBD. Foto: IST


Bengkulu, Elaeis.co - Untuk mencegah kasus demam berdarah dengue (DBD), Pemerintah Kabupaten Mukomuko menganjurkan petani sawit yang bekerja di kebun agar menggunakan losion anti nyamuk. Sebab kasus DBD di daerah ini telah meningkat hampir 4 kali lipat dibandingkan tahun 2023 lalu.

Wakil Bupati Mukomuko, Wasri, menyatakan kekhawatiran atas situasi tersebut. Sebab hanya kurang dari 4 bulan, kasus DBD di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mengalami peningkatan drastis.  

"Kasus DBD di Kabupaten Mukomuko semakin memprihatinkan. Jumlah warga yang terserang DBD tahun 2024 meningkat 4 kali lipat dari tahun sebelumnya," ujarnya, Rabu 1 Mei 2024.

Baca Juga: Kenaikan Harga Pupuk Kimia Buat Petani Sawit di Bengkulu Selatan Tertekan

Dalam menangani masalah ini, Kabupaten Mukomuko menetapkan status KLB terkait kasus DBD yang terus meningkat. Wasri menegaskan keputusan ini dalam rapat koordinasi pada Selasa, 30 April 2024 lalu.

"Dengan penyebaran kasus DBD yang terus meningkat ini, kita menetapkan status KLB di Kabupaten Mukomuko," tambahnya.

Data statistik yang dirilis menunjukkan angka kasus DBD yang mengkhawatirkan. Sejak Januari hingga April 2024, tercatat 265 kasus DBD di Kabupaten Mukomuko, dengan 2 kematian. "Bandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana hanya terdapat 126 kasus DBD dengan 5 kematian," tutur Wasri.

Menghadapi situasi ini, masyarakat khususnya petani sawit yang bekerja di kebun diajak untuk lebih waspada. Hal itu dilakukan sebab mereka termasuk salah satu kelompok yang rentan. Sehingga dianjurkan untuk menggunakan losion anti nyamuk saat berada di kebun sawit. 

"Kami sangat mendorong petani sawit untuk mengambil langkah pencegahan dengan menggunakan losion anti nyamuk," terang Wasri.

Upaya penanganan DBD di Kabupaten Mukomuko tak hanya dilakukan oleh pemerintah. Dalam rapat koordinasi lintas sektoral, pihak terkait dari berbagai sektor juga turut ambil bagian. 

"Dengan banyaknya kasus DBD tersebut, pada rapat koordinasi lintas sektoral, kami melibatkan banyak pihak untuk bersama-sama mengatasi masalah ini," jelas Wasri.

Situasi ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah setempat. Langkah-langkah preventif dan koordinasi lintas sektoral diharapkan dapat menekan angka kasus DBD di Kabupaten Mukomuko.

"Kami akan terus melakukan upaya pencegahan dan penanganan agar kasus DBD dapat dikendalikan," tutupnya.


 

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :