https://www.elaeis.co

CLOSE ADS
CLOSE ADS
Berita / Pasar /

Analis: Harga CPO Masih di Zona Bearish, Tapi Sinyal Rebound Muncul

Analis: Harga CPO Masih di Zona Bearish, Tapi Sinyal Rebound Muncul

Ilustrasi - Petani Kelapa Sawit


Jakarta, elaeis.co – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) masih bergerak dalam tekanan meski sempat mencatat kenaikan tipis pada perdagangan terakhir. Analis menilai tren pasar masih berada di zona bearish, namun mulai muncul sinyal potensi rebound dalam jangka pendek.

Pada perdagangan Rabu (15/4), harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives Exchange untuk kontrak tiga bulan ke depan ditutup di level MYR 4.472 per ton, naik tipis 0,13% dibandingkan hari sebelumnya. Kenaikan ini terjadi setelah sehari sebelumnya harga sempat terkoreksi hampir 2%.

Namun secara umum, pergerakan harga CPO masih menunjukkan pelemahan. Dalam sepekan terakhir, harga tercatat turun sekitar 2,5% secara point-to-point dan masih bertahan dekat level terendah dalam lebih dari sebulan.

Berdasarkan data Bursa Malaysia Derivatives Exchange (BMD) dan Malaysian Palm Oil Board (MPOB), tekanan harga masih dipengaruhi oleh penguatan mata uang ringgit Malaysia serta melemahnya harga minyak mentah global. 

Sementara itu, pergerakan nilai tukar mengacu pada Bank Negara Malaysia, yang mencatat ringgit masih berada dalam tren menguat terhadap dolar AS dalam beberapa sesi terakhir.

CPO sendiri diperdagangkan dalam ringgit, sehingga penguatan mata uang tersebut membuat harga menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli global dan menekan permintaan.

Selain itu, dinamika geopolitik yang mulai mereda di beberapa kawasan turut menekan harga minyak mentah dunia. 

Data ICE Brent Crude Futures menunjukkan harga minyak global masih bergerak fluktuatif dan cenderung melemah dalam beberapa sesi terakhir, sehingga menurunkan prospek permintaan bahan baku biodiesel berbasis CPO.

Secara teknikal, analisis dari data charting TradingView menunjukkan pasar masih berada dalam tekanan. Indikator Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di level 45, yang menandakan tren bearish karena masih di bawah level netral 50.

Meski demikian, indikator Stochastic RSI sudah berada di area sangat rendah atau jenuh jual (oversold), yang biasanya menjadi sinyal awal potensi pembalikan arah harga dalam jangka pendek.

Dengan kondisi tersebut, harga CPO diperkirakan masih berpeluang menguat terbatas pada perdagangan hari ini. Level resisten terdekat berada di kisaran MYR 4.566–4.572 per ton, dengan potensi penguatan lanjutan menuju MYR 4.614–4.634 per ton jika momentum positif berlanjut.

Namun jika tekanan kembali mendominasi, harga diperkirakan akan menguji level support di sekitar MYR 4.449 per ton, bahkan berisiko turun ke kisaran MYR 4.390–4.345 per ton.

Dengan kombinasi faktor fundamental dan teknikal tersebut, pelaku pasar diperkirakan masih akan berhati-hati dalam mengambil posisi di tengah volatilitas harga CPO yang masih tinggi.

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar Via Facebook :