“Dari jumlah tersebut, sekitar 45.000 Ha sudah ditanami dan tersebar di tiga kabupaten yang ada di Papua Barat, yaitu Manokwari, Teluk Bintuni, dan Fakfak,” ungkap Pj Sekda.

Pj Sekda menjelaskan, peran perkebunan kelapa sawit dalam pembangunan nasional sangat signifikan, termasuk dalam kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional.

Selain itu, menurut Jacob Fonataba, adanya penyerapan energi kerja serta sebagai sumber devisa ekspor terbesar dari sektor non-migas. 

“Namun demikian, industri kelapa sawit di Provinsi Papua Barat masih menghadapi berbagai tantangan,” ungkap Pj Sekda. 

“Salah satunya adalah bagaimana meningkatkan komitmen para pihak yang terlibat untuk mensinergikan prinsip 5P: manusia, planet, kemakmuran, perdamaian, dan kemitraan,” tambah Jacob Fonataba.

Lebih lanjut dikatakan Pj Sekda, RAP KSB Provinsi Papua Barat akan diawali dengan pembentukan tim penyusun.

“Dan Gubernur langsung akan bertindak sebagai Pembina dan Sekda sebagai Ketua Tim Pelaksana Daerah,” tuturnya lebih lanjut.

“Tim ini akan bertugas menyusun rencana aksi daerah yang fokus pada ekosistem kelapa sawit di Papua Barat,” tegas Pj Sekda Papua Barat, Jacob Fonataba.